Jumat, 23 November 2018

Mimpi-Mimpi Milenial Bersama Domainesia



Halo, guys! Kenalkan, namaku Alana Sayang, dilahirkan ke Bumi ini oleh kedua orang tua yang sangat menyayangiku. Tapi sayang, teman-temanku biasa menyingkat namaku menjadi Alay, ALana AYang katanya, cocok dengan perilakunya. Ugh, tapi tak apa lah, suka-suka mereka saja. Tak apa disebut alay, toh mereka tetap sayang.

Sekian dulu basa-basinya deh, sebenarnya ada hal penting yang ingin aku bagi pada kalian. Iya, kalian, generasi milenial yang punya segudang mimpi namun masih bingung harus mulai darimana.
Di usia tanggung ini, aku mulai merasakan quarter life crisis. Aku bingung menentukan akan jadi apa, ingin melakukan apa dan juga punya mimpi apa untuk dikejar dalam hidup. Yaa, sebagai anak milenial, aku hanya menjadi beban di bumi dengan banyak tidur-tiduran sambil buka Instagram dan baca-baca blog milik para influencer.

Bagaimana lagi, rasanya era digital ini sudah sukses jauh menarikku pada setiap sudutnya. Aku terlanjur menggantungkan diri pada dunia digital. Bayangkan, saat aku merasa ada yang aneh dari tubuhku, hal pertama yang aku lakukan adalah browsing gejala tersebut. Ah, ngaku deh, pasti kalian juga ada yang begini kan?! Terkadang hasilnya akurat, tapi seringnya begini nih….

Huft, bukan dapat kejelasan tentang gejala penyakit, yang ada malah tambah khawatir dan parno. Selain itu, di era digital ini, banyak kebiasaan yang berubah. Kalau dulu, saat ada tugas sekolah atau kuliah, pasti hal yang pertama dilakukan adalah tanya teman dan kerjain nyalin bareng sampai beres. Agak berbeda denganku, ini dia hal pertama yang aku lakukan untuk selesaikan tugasku.


Maaf maaf, teknik copy paste jurus kepepet diatas tak perlu kamu contoh yaa! Meski aku yakin sih, pasti diantara kalian juga pernah lakukan hal serupa. Iya kan?

Tapi guys, hidup di era digital ini seru! Banyak hal bermanfaat yang bisa kita dapatkan dengan mudah. Apalagi dengan jasa para good influencer yang kerap sebarkan kebaikan di berbagai media. Mulai dari youtube, instagram bahkan blog. Asal kalian tahu ya, situs crowd funding yang terkenal saat ini juga banyak membantu saudara-saudara kita yang kesulitan. Entah sudah berapa milyar dana yang dikumpulkan dari orang-orang baik untuk disalurkan pada yang membutuhkan. Dan semua ini berkembang dengan pesat di era digital!

Setelah banyak hal bermanfaat yang aku dapatkan dari banyak konten digital, sekarang aku tahu aku ingin jadi apa! Jadi Social Media Influencer! Gimana, millenial banget kan mimpi gue?

Nah, aku sadar kalau mimpi ini harus diraih dengan langkah yang nyata, salah satunya dengan mulai membuat wadah untuk karya-karyaku kedepannya. Aku ingin menjadi seorang social media influencer dengan banyak karya yang berguna bagi bangsa, bukan dengan sibuk endorse jasa peninggi dan pelangsing.

Oke, kuputuskan untuk membuat blog secara professional sebagai media penampung karya-karyaku sekaligus langkah awal dari segalanya. Awalnya sih aku kira ini susah ya, malas juga kalau harus ikuti panduan dari buku-buku usang milik Ayah di lemari. Tapi saat aku mulai browsing, akhirnya aku temukan artikel paling klop di hati yang berjudul "Cara Membuat Blog".

Ya! Artikel singkat, padat dan mudah dimengerti ala Domainesia. Setelah aku belajar sedikit-sedikit dari tulisan keren itu, mulai deh aku membuat blog sederhana dengan menggunakan media blogger.com. Eits, jangan salah, meski hanya dengan bermodalkan media gratisan, cara ini banyak digunakan oleh para blogger terkenal lho! Selain karena sudah umum digunakan, blogger.com juga cenderung praktis digunakan, tidak perlu install sana-sini, cukup buka linknya, tulis, publish, jadi deh!

Tapi yang ingin aku bahas bukan itu, guys. Dari banyak artikel yang aku baca, aku menemukan tentang pentingnya mengubah alamat blog menjadi top level domain. Jadi yang awalnya masih www.alanasayang.blogspot.id, akan berubah jadi www.alanasayang.com, keren ga tuh?

Stop, jangan bahas kerennya dulu. Ini dia kenapa top level domain akan lebih berpengaruh.
  • Mudah diingat dan ditemukan
Bayangkan kalau domain kamu sepanjang http://alanasayangkucintakukasihku.abcdefghijkl.xyz apa masih ada yang rela ketik satu-satu domainnya untuk sekedar baca-baca isi blogmu? Kecuali kalau kamu se-terkenal Atta Halilintar, mungkin agak mustahil ya.
  • Kredibel
Jika nanti kita berhasil jadi blogger profesional, pastinya top level domain akan lebih dinilai kredibel dong. Pihak yang tertarik untuk endorse atau memasang iklan pun akan lebih yakin dengan blogger yang sudah menggunakan top level domain.
  • SEO Friendly
Bahasa manusianya, ramah mesin pencarian. Yaa, mudah dicari di Google gitu. Meski poin ini masih butuh beberapa ilmu tambahan agar blog kita masuk top list pencarian google.

Setelah aku pertimbangkan baik-baik, fix banget nih aku harus ubah alamat blog new born milikku menjadi custom domain. Atas beberapa pertimbangan, aku pilih domain .com untuk jadi domain blog ku yang pertama. Tentu saja beli domainnya di Domainesia! Kalau ada yang murah, friendly dan berkelas seperti Domainesia, kenapa harus pilih yang lain?

Untuk memudahkan kamu yang punya keinginan sama untuk kembangkan blognya dengan mengganti domain blog menjadi custom domain melalui Domasinesia, ini dia langkah-langkahnya dalam bahasa manusia yang lebih mudah dipahami kamu-kamu yang baru belajar sepertiku (you could thank me later, bro, sis). Oh ya, sebelumnya, pastikan kamu sudah memiliki akun blogger ya!

1. Login ke Client Area Domainesia

Login page domainesia
Sebagai langkah yang pertama dan utama, login dulu ke client area Domainesia my.domainesia.com untuk memulai segalanya. Kalau belum punya akun, buat terlebih dahulu akunnya dengan klik Sign Up.

2. Beli dan Aktivasi Domain

Bagi kamu-kamu yang masih berpikir beli domain itu mahal, salah besar! Bahkan kalau dibagi per hari, uang seharga itu lebih murah daripada harga kerupuk di warung. Apalagi Domainesia ini adaaa aja promonya. Saat ini, harga domain .com di domainesia hanya Rp 99.000 aja untuk setahun! Kalau dibagi, per bulannya hanya Rp 8.250, per-hari hanya Rp 275 perak!

Beli domain di domainesia
Jadi, masih mikir-mikir nih buat beli domain yang manfaatnya jelas jauh lebih besar daripada 275 perak?

3. Pilih Domain, jangan hanya pilih dia yang tak memilihmu.

Setelah domain sudah berhasil dibeli dan diaktivasi, masuk ke menu domain di client area lalu klik domain yang akan kita setting untuk blogger. Oh ya, disana akan ada tanggal aktivasi dan kadaluarsa domain, jadi pastikan kamu perpanjang setiap tahun sebelum domain expired, ya!

Client Area

4. Kelola Nameservers, seperti kamu mengelola dua puluh ribu untuk sepuluh hari di tanggal tua.

Nah, setelah pilih domain, klik menu Nameserver dan beri centang pada Use default nameservers yang akan mengarahkan domain ke nameserver domainesia. Akan berbeda kalau kamu memindahkan domain dari layanan lain ke Domainesia. Selengkapnya, dapat dibaca di artikel-artikel Domainesia, ya!

Laman kelola nameservers

5. Atur DNS, DNS aja diatur baik-baik, apalagi masa depanmu bersamanya, iya nggak?
Masih di menu domains, klik sub menu Addons lalu klik Manage pada bagian DNS Zone Manager.

Laman Addons Domainesia
Setelah itu, klik Yes, Create.

DNS Manager

Apa sih DNS itu? Kalau kata domainesia...
DNS Management adalah salah satu fitur di DomaiNesia yang memberikan kemudahan dalam pengaturan dan pengelolaan DNS record. Dengan DNS record, anda dapat mengarahkan DNS Server dari domain anda secara langsung.
Perhatikan baik-baik ya, guys, setelah ini tahapan-tahapannya akan lebih serius.

6. Tambahkan A Record, persis seperti level keyakinan, A record juga perlu ditambah.

Nah, sampai juga kita ke tahapan paling penting. Ibaratnya yang lain masih selingan, ini dia yang serius (Ups, maaf alaynya kambuh). Di tahap ini, kita harus mengarahkan alamat IP blogger ke domain yang sudah kita pilih.

Masukkan A record dengan mengisi hostname dan IP Address dari blogger satu persatu. Kalau malas lihat IP Address dari blogger, nih aku beri contekannya.

216.239.32.21
216.239.34.21
216.239.36.21
216.239.38.21

Laman kelola A Record

Masukkan satu persatu seperti panduan dibawah ini,
  • Host name : isi dengan @
  • TTL   : tidak perlu diubah
  • Type   : pilih A untuk mengisi A records
  • Value   : tambahkan satu persatu dari keempat IP Adress Blogger
lalu klik Save Changes jika sudah selesai dan ulangi prosesnya hingga keempat IP Address Blogger selesai ditambahkan.

7. Pengaturan Blogspot

Silahkan tarik napas dulu, lalu hembuskan. Sudah santai kawan? Mari kita lanjutkan.

Selanjutnya, buka laman dashboard www.blogger.com lalu login dan klik menu Setelan dan pilih submenu Dasar. Pada laman tersebut, klik ‘Siapkan URL pihak ke-3..’ yang bisa kamu temukan di bagian Alamat Blog.

Jika sudah, maka akan muncul seperti ini :

Laman pengaturan blogger

Isikan domain dengan nama domain yang sudah kamu pilih lalu klik Simpan. Tenang, jangan panik, notifikasi error yang muncul memang normal kok. “Kami tidak dapat memverifikasi otoritas Anda untuk domain ini” akan muncul jika domain belum berhasil sinkronisasi dengan blogger. Maka dari itu, perhatikan box merah diatas, itu adalah host dan record dengan karakter unik yang harus kita masukkan ke pengaturan domain setelah tahapan ini.

8. Tambahkan CNAME Record

Saatnya kita kembali pada dashboard domainesia my.domainesia.com lagi. Masih pada laman DNS Zone di menu AddOns pada langkah ke-lima tadi, tambahkan kembali record CNAME.
Host dan record khusus dari blogger
Tambah CNAME
Ikuti petunjuk ini (perhatikan gambar-gambar diatas)
  • Host Name : isikan domain kamu, contoh : www.alanasayang.com
  • TTL         : tidak perlu diubah
  • Type : pilih CNAME
  • Address : isikan ghs.google.com (perhatikan gambar, field ini diisi dengan nomor 2)
  • Klik Save Changes
Lalu, ulangi kembali untuk memasukkan host dan record unik dari blogger tadi. Kamu bisa ikuti kembali petunjuk dibawah ini
  • Host Name : isikan host unik (copy paste nomor 3)
  • TTL         : tidak perlu diubah
  • Type : pilih CNAME
  • Address : isikan record unik (copy paste nomor 4)
  • Klik Save Changes
9. Masukkan domain lagi

Sabar dong, sebentar lagi blog kamu sudah berdomain kece nih! 

Setelah seluruh proses diatas selesai, masuk kembali ke laman bloggermu, lalu pilih menu Setelan lalu klik Dasar. Setelah itu, klik ‘Siapkan URL pihak ketiga untuk blog anda', masukkan kembali nama domain yang sudah kamu pilih dan klik Simpan.

Jika error masih muncul, no worries, kemungkinan proses konfigurasi masih belum selesai dilakukan. Jadi apa yang harus dilakukan dong? Ya simpel sih, tinggal menunggu kurang lebih 24 jam, jauh lebih cepat daripada kamu menunggu kepastian darinya.

10. Tunggu Proses Konfigurasi, menunggu dia bertahun-tahun bisa, masa tunggu konfigurasi selesai nggak kuat 

Jika sudah 24 jam dan proses konfigurasi berhasil, akan muncul tampilan seperti ini :
Laman setelan domain blogger
Jangan lupa untuk centang “Alihkan domain…” dan klik Simpan. Namun jika sudah 24 jam dan proses konfigurasi belum selesai, jangan ragu untuk menghubungi Tim Support Domainesia. Respon mereka cepat kok, Alana yang agak-agak gaptek ini juga berhasil karena dibantu mas-mas tim support Domainesia, mantap deh pokoknya!

11. Beres, Bos!

Alhamdulillah, akhirnya beres, bos! Kalau sudah berhasil, jangan lupa say thanks sama Alana Sayang, ya! Atau boleh say hi di kolom komentar blog teman Alana ini. Kasian dia, blognya sepi katanya. Eh, maaf curhat.

Oh ya, kalau dilain waktu kamu ingin mengembangkan website dengan serius, coba pakai fasilitas Hosting Murah dari Domainesia juga ya!


Itulah yang bisa Alana bagikan untuk teman-teman semua. Semoga kita, anak milenial dengan berjuta mimpi, bisa terus teguh untuk mengejar mimpi-mimpi itu, ya! Jadi apapun di era digital ini, pastikan bermanfaat untuk orang banyak. Saatnya muda-muda menorehkan banyak prestasi untuk bangsa, kamu setuju kan?

Migrasikan websitemu ke Domainesia
Artikel ini dibuat seluruhnya oleh Amanda Putri Septiani.
Share:

Jumat, 16 November 2018

Hitungan momen kehilangan

Seringkali aku silap dalam melihat dan memahami sesuatu.
Kukira, mudah saja bagiku melakukan apa-apa yang mudah dilakukan orang lain.
Orang lain saja bisa, maka aku juga harus bisa.
Begitu, congkakku.

Tapi hidup dengan benar di dunia ini memang tidak semudah itu, Sayang.
Ada kalanya, apa-apa yang terlihat mudah, menjadi begitu menyesakkan saat dijalani.

Saat kulihat kawan-kawanku berbondong-bondong mengadu nasib ke luar kota, merantau untuk mengejar apa-apa yang mereka impikan.
Kukira itu mudah.
Ternyata tidak.

Belasan wejangan orang tua sebelum kembali ke perantauan, sesak dada ini dibuatnya.
Tepat pada pesan terakhir, "hati-hati disana ya, kapan pulang lagi?", padahal kaki ini belum beranjak dari rumah.
Bagaimana bisa ini mudah bagiku?

Empat, lima, enam jam yang dilewati bersama sekumpulan orang shalih, setiap detiknya sungguh terasa berharga hingga mata sulit terpejam.
Tepat pada saat berpisah, mengucapkan janji bertemu selanjutnya, enam jam untuk berbulan-bulan kedepan, tertunduk wajah ini dibuatnya.
Bagaimana bisa ini mudah bagiku?

Tiga, dua, satu helaan nafas dalam pelukan seorang sahabat di stasiun, lepas butiran air mata yang tidak tahu malu itu.
Satu, dua, tiga detik keheningan, pecahlah tangisnya pula. Sedang operator stasiun sudah berulang memanggil penumpang.
Bagaimana bisa ini mudah bagiku?

Aku berusaha sekuat tenaga meyakinkan bahwa jarak, tak akan merubah apapun.
Tapi sayang, hitungan momen kehilangan tetap berlaku untukku.

Ini mudah.
Jika Allah-lah alasanmu menjalani segalanya.
Share: