Rabu, 24 Mei 2017

Bincang bersama bayangan

Suatu malam, terjadi perbincangan antara manusia dan bayangannya.


M  : "Aku sedang tak enak hati. Kira-kira apakah dia baik-baik saja?"
B : "Aku bingung, tak bosankah kau ada di kondisi seperti ini?"
M : " Memang apa salahnya? Ini kan wajar"


B : "Kau ini bodoh apa bagaimana? Kau tahu jelas ini bukan kisah yang pertama, bukan orang yang pertama dan bukan kekhawatiran yang pertama kau rasakan."
M : "Iya, aku memang bodoh."


B : "Apa kau tak lelah? Kau tahu jelas, pada akhirnya ini semua akan jadi lagu untukmu sendiri."
M : "Kau bayanganku, seharusnya kau lebih tahu. Kau tahu bahwa orang-orang itu telah lakukan kebaikan jauh daripada apa yang ku lakukan. Kau pun tahu bahwa mereka pun berkorban, mungkin jauh lebih besar daripada apa yang pernah ku korbankan. Aku selalu merasa perlu membalas budi. Tapi.. mungkin caraku salah"
B : "Aku tahu, tapi ini semua hanya melemahkanmu."


M : "Bukankah cinta memang melemahkan?"
B : "Tidak, cinta yang karenaNya itu menguatkan. Kau hanya belum sembuh dari trauma masa kecil. Kau hanya takut tak berkawan lagi. Kau takut rasakan keheningan yang seakan abadi, padahal itu karena kau belum mengenalNya. Lalu coba aku tanya, apakah sekarang kau sudah mengenalNya?"


M : "..."
B : "Berhentilah sejenak. Beristirahatlah."
M : "Tapi..."
B : "Biarkan aku tanya lagi. Apakah sebelumnya, saat kau hanya ditemani keheningan, kau peduli akan kabar mereka? Atau bahkan mereka tahu keberadaanmu? Jawabannya tentu tidak, bahkan kalian mungkin tak ingat akan keberadaan satu sama lain."

M : "Kamu benar"
B : "Apakah kau akan menyerah?"

M : "Yes, exactly. Aku akan beristirahat. Aku akan kembali, hanya jika ia atau mereka yang kembali terlebih dahulu."
B : "Tapi keheningan akan segera tercipta antara kalian"

M : "Bukankah keheningan memang akan segera tercipta diantara kami?"
Share:

0 komentar:

Posting Komentar