Selasa, 06 September 2016

Kau yakin itu cinta?

Kok kamu kaya gini sih ke aku? Ga kaya kamu ke dia. Aku juga ingin diperlakukan sama kaya dia.

Ups maaf agak alay, perlu diketahui itu bukan naskah sinetron ya, haha.
Kadang kita sering meminta lebih pada orang-orang yang kita sayang.

Tanpa kita tahu, bahwa ada orang-orang yang punya cara sendiri untuk tunjukkan kasih sayangnya.

Seandainya kita ada di posisi itu, coba pikir lagi, itu sayang beneran apa gimana? Kok bisa-bisanya berani meminta lebih seakan diri ini sudah banyak sekali memberi. Seakan orang di hadapan kita tak pernah bisa membalas kebaikan kita.

Dear, itu belum masuk level cinta.
Kalau kamu benar cinta, maka cukup lihat orang-orang yang kita cinta bahagia meski tak sedang bersama kita juga sudah menciptakan kebahagiaan tersendiri.

Kalau kamu benar cinta, maka melihat yang tercinta selalu ada dalam kebaikan meski kebaikan itu tak selalu datang darimu ya tetap sudah lebih dari cukup.

Bahkan Pak Anis Matta dalam bukunya menyebutkan bahwa cinta adalah hal yang agung dan hanya bisa ditanggung oleh orang-orang kuat saja

Dulu aku juga begitu, sering merasa bahwa apa yang aku lakukan terlalu besar sehingga merasa berhak meminta lebih, merasa berhak untuk protes akan sikapnya yang dirasa tak sebanding. Kamu lupa, lupa kenyataan bahwa orang yang kamu cinta, tak pernah meminta apa-apa.

Lalu seiring waktu, aku temukan orang-orang hebat dengan rasa ikhlas yang juara. Mereka terus memberi, tanpa peduli kebaikannya dilihat atau tidak. Bahkan sama sekali tak peduli posisinya dimana.

"Kalau benar cinta karenaNya, maka tak ada hal yang lebih penting selain kebaikan untuknya." Ujar sahabatku.

Lelah pasti, kalau tidak lelah ya bukan cinta. Tapi ga masalah kalau lelahnya jadi Lillah. Sama kaya tulisan emosi tempo lalu, itu akibatnya kalau lelahnya tidak Lillah, hehe.

Disclaimer : Tulisan ini bukan untuk mendukung cinta yang tak halal. Cinta yang begitu sih buang ke laut aja, haha.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar