Senin, 19 September 2016

Catatan Backpacker Tiga Negara Malaysia, Thailand dan Singapore (Part 1 : Malaysia - Thailand)



Setelah beberapa bulan ini blog isinya tulisan galau semua, alangkah baiknya mulai kristalkan memori perjalanan kemarin kali ya. Tadinya mau tulis dulu yang jogja (lagi), tapi karena perjalanan yang ini lebih rumit kayanya mending kejar tayang ini dulu hehe.

Yap, bermula dari Tante yang beli tiket promo Air Asia pada September 2015 lalu dipenuhi dengan drama-drama kehidupan yang bikin aku yakin buat cancel trip ini, tapi endingnya Allah takdirkan untuk tetep berangkat. Packing seadanya banget dan tenang banget, malah rasanya lebih rusuh pas packing ke jogja. Mungkin karena persiapannya cuma buat diri sendiri aja kali ya, ga ngerasa nanggung hidup orang lain jadi lebih enjoy, toh kalau kurang kan yang rugi cuma diri sendiri haha.

Packing buat tujuh hari ini bisa dibilang ga begitu ribet sih. Bersyukur banget ga bawa banyak baju, ternyata backpackeran itu ga bisa sok idealis mandi dua kali sehari (Tips 1 : Asumsikan satu hari cukup satu stel pakaian, bawahan rok bisa dipakai lebih dari satu kali). Meski seadanya, jangan lupakan barang-barang dibawah ini ya guys :

  1. Charger HP, Kamera, dsb
  2. Colokan universal (Kalau negara tujuan singapura/malaysia/thailand bisa beli yang tiga lubang) Seandainya lupa beli, bisa beli di malaysia seharga 5 RM (Sekitar 15 ribu)
  3. Tisu (Basah/Kering)
  4. Obat-obatan pribadi
  5. Handuk kecil
  6. Fotocopy Passport
  7. Goody Bag (yang tipis aja, ga perlu terlalu besar)
Yakin deh barang-barang diatas bakal kamu butuhin disana. Karena rugi juga kalau mesti beli di negara tujuan, kadang harga turis jadi lebih mahal guyss. Oh ya, kemarin aku bawa satu koper dan satu ransel. Koper disimpan di penitipan koper, nah ranselnya nemenin jalan-jalan deh. Tapi kalau boleh milih sih lebih milih pakai carrier aja daripada koper, beraaaaat geret-geret dijalan, mending digendong kemana-mana T__T (Tips 2 : Sesuaikan jenis tas dengan rencana perjalanan)


Teman setia sepanjang perjalanan
Oke balik lagi ke cerita backpacker, jadi sampai di Kuala Lumpur sekitar jam 10.45 di Bandara KLIA2 dan langsung cuss ke KL Central dengan bis-bis yang berjajar di gate keluar. Tiket bisa dibeli di counter ticket bis seharga 11 RM (Sekitar 33 ribuan). Bisnya sekelas bis pariwisata di Indonesia kok, bisa dibilang nyaman lah ya. Perjalanan ke KL Central sekitar 60 menit (Agak macet).

Sesampainya di KL Central, kita naik bis dalam kota (aduh apa ya namanya? -_-) tujuan ke puduraya buat titip koper (Koper besar perhari 3 RM). Tapi ini kesalahan pertama, untuk kamu yang mau langsung berangkat ke Thailand via jalur darat, lebih baik titip koper langsung di TBS (Terminal Bersepadu Selatan. Btw ini terminal besar banget hehe). Belum tau sih berapa harganya, tapi yang jelas ini bisa hemat waktu banget (Tips 3 : Cari info sebanyak-banyaknya tentang penitipan tas di tempat yang kamu tuju). 

Setelah titip tas di puduraya, istirahat gelindingan bentar di mesjidnya. Nah ini yang aku cinta dari Malaysia, hampir semua masjid/musholanya bener-bener terpisah ikhwan-akhwat (mana bersih dan ber-ac lagi), jadi buat kita para akhwat bener-bener bisa enjoy disana. Bisa istirahat juga ngadem-ngadem cantik hehe.

Setelah istirahat dan makan bekal (backpackeran itu harus irit guys), kita langsung berangkat ke TBS untuk menuju ke Hatyai - Thailand. Waktu itu kita pakai Konsortium Bus seharga 58,5 RM (Sekitar 176k). Ini bis asli nyamaaaan banget, space kursinya luas dan ada sandaran kakinya, di sebelah kanan ada charger USB, selain itu ada wifi on board juga looh. Kita berangkat pukul 23.00 dari TBS dan sampai di Hatyai pukul 09.00 pagi. (Tips 4 : Perhatikan perbedaan waktu setiap negara, Thailand sama dengan Indonesia).


Interior Konsortium Bus
Oh ya, selain by bus, bisa juga pakai kereta (KTM), ada yang tipe kursi biasa dan ada juga sleeper train (pake kasur gitu deh), tapi perjalanan jauh lebih lama katanya. Tentang ini bisa browsing pengalaman orang yaa, masih penasaran juga soalnya hehe.

Selama perjalanan, bis beberapa kali berhenti untuk nurunin penumpang. Dan sekitar jam 5.30, bis berhenti di Changloon, disini abang-abang supirnya minta kumpulin passport buat didata gitu deh untuk keperluan di imigrasi nanti. Setelah sekitar 30 menit berhenti, bis mulai jalan lagi dan masuk ke perbatasan Malaysia di Bukit Kayu hitam. Disini kita harus turun untuk cek paspor, antriannya ga begitu panjang kok dan lumayan cepat juga.

Ujian besar itu datang di perbatasan Thailand - Sadao (10 menit dari perbatasan Malaysia tadi). Ga ngerti lagi ini border kenapa bisa seramai itu, antrian juga semrawut deh banyak yang asal nyerobot gitu. Cuma di kedua perbatasan ini enjoy sih ga ada masalah tertentu, ga kaya di perbatasan Singapura yang rada ribet (ceritanya menyusul di part 2). Setelah antri sekitar 1,5 jam barulah bisa terlepas dari dekapan antrian tak berujung ini.

 Ramainya perbatasan Thailand-Sadao :"
Alhamdulillah, meski tinggal aku dan tante berdua di bis, abang supirnya ga ninggalin (lagi-lagi ga kaya perjalanan ke singapura, haha). Meski abang supirnya kalau ngomong kaya lagi ngajak duel, tapi hatinya baik :3

Setelah dari border Thailand, kita dibawa lagi untuk menuju Hatyai. Perjalanan sekitar 1 jam dari perbatasan dan jalannya mulussss, belum lihat jalan bolong-bolong selama backpackeran ini hehe. 

Dan akhirnya sampailah kita di Hatyai, Thailand!
Kita turun pas di depan counter bis Konsortium, tepatnya di dekat Kim Yong Market. Karena kita ga berencana nginep disini, kita langsung beli tiket pulang termalam (jam 7 malam) untuk balik ke KL. Harga tiket pulangnya 450 Baht (180k).

Counter Konsortium Bus
Kalau aku pribadi excited gitu disini, dibanding malaysia dan singapura rasanya Hatyai ini lebih kerasa budaya negaranya. Selain bahasanya yang bikin kita pengen pake bahasa kalbu aja daripada berusaha ngartiin, lingkungannya juga asik karena terasa masih asing kali ya.
Mungkin yang harus diperhatikan disini tuh MAKANAN, karena tulisan Thailand meringkel-ringkel entah apa artinya, kita jadi sama sekali ga bisa baca menu yang dia sediakan. Jadi, wajib banget buat muslim untuk tanya dulu ke penjualnya "No Pork? ". Amannya sih tanya aja ke warga disana "Halal Food" dimana, alhamdulillah kemarin ada yang nunjukkin tempat makan tom yum halal gitu, yang jualnya juga berjilbab jadi tenang makannya dan santai aja kalau kamu mau asal tunjuk menu haha. Harganya juga cukup terjangkau sih, satu porsi tom yum sekitar 100 THB (40 ribu rupiah) dan bisa untuk makan berdua-bertiga. Thai tea satu gelas besarnya seharga 8000an.

Seafood Tomyum

Yap, makanan disini emang ga begitu mahal. Cukup keluarkan uang 10k juga udah cukup sebenernya. Sosis bakar dan makanan-makanan berbahan dasar ikan disini cuma 150 Baht (6k), kalau di Indonesia bisa sampe 15k kan ya :( Jadi sekali lagi, di Thailand ini asik buat..... MAKAN!

Lupa nama nasinya apa, yang jelas enak deh.

Snack murmer 6000an

Di thailand selain wisata kuliner yang asik, tempat wisatanya juga asik karena free hehehe. Jadi disana kita sewa tuktuk (semacam angkot terbuka lah ya) yang sebenernya muat buat bersepuluh, agak rugi juga sih nyewa berdua. Ini kudu nego banget, kalau ga nego bisa kena charge gede bangeet. Dengan tujuan ke taman Hatyai (di taman ini banyak objek wisatanya, ada cable car juga tapi ga sempet nyoba kemarin), Wat Hat Yai Nai dan Diana Plaza harganya 400 THB (160k). Mungkin sekitar 5 jam sewa kali ya. (Tips 5 : Supir tuktuk disini jarang bisa bahasa inggris/melayu, jadi pakai kalkulator hp/tulisan untuk tawar harga ya!)

Hatyai Municipal Park
Wat Hat Yai Nai (Ini tante btw -_-)
Masih Wat Hat Yai Nai

Untuk referensi tempat wisata bisa lihat disini.

Sekali lagi, seluruh tempat wisata yang aku kunjungi di Hat yai ini gratisss. Cable car kabarnya sekitar 200 THB (80k). Agak rugi juga kalau buat aku, mending buat beli oleh-oleh hehehe. Taman Hatyai itu semacam areal hutan gitu jadi adeem, enak buat istirahat (dan mandi) hehe. Bagi para backpacker yang mau mandi bisa pakai toilet di bawah counter ticket cable car. Sepi dan lumayan bersih, ada lahan kosong yang bisa dipakai buat shalat juga. Perjalanan jauh kan tidak menggugurkan kewajiban kita untuk shalat ^^

Masih Hatyai Municipal Park

Bagi yang ingin tahu tentang taman hatyai (Hatyai Municipal Park) bisa browsing ok atau klik ini.

Setelah mandi dan keliling-keliling Kim Yong Market buat beli oleh-oleh (Tips 6 : Jangan beli coklat! Pedagang coklat di pasar ini bilang kalau semua coklat disini ngambilnya dari Malaysia. Jadi mending beli langsung di Malaysia aja, lebih murah jatuhnya. Usul sih beli jamur buat tom yum, disini harganya murah), kita nunggu bis sambil lihat pameran gitu didepan Lee Garden Plaza (Salah satu mall besar yang jadi icon Hatyai). Kalau cape juga bisa istirahat di mall ini, banyak spot kursi-kursi yang sepi gitu di lantai atas, bisa sambil charge gadget juga hehe.

Setelah istirahat bentar, langsung menuju counter bis konsortium lagi buat wudhu dan shalat maghrib. Ruang tunggunya lumayan banyak dan ada toilet gratis (bisa mandi juga disini). Duh jiwa saya memang jiwa penyuka gratisan, haha.

Perjalanan pulang lancar, turun juga dua kali di border Thailand dan Malaysia. Alhamdulillah border pulang ini ga seganas pas datang, cenderung cepat jadi harus lari-lari karena takut ditinggal bis. Hal lain-lain juga lancar kok. Lama perjalanan Hatyai - KL (TBS) sekitar 10 jam. Sesampainya di KL sambil nunggu bis mulai beroperasi menuju hotel di chinatown, kita shalat subuh dulu di TBS (Subuh di Malaysia mulai jam 6an btw). Oh ya, dari TBS ini buat menuju pusat kota bisa pakai bis dalam kota atau LRT, monggo pilih nyamannya yang mana. Kalau saya pribadi memang lebih suka di LRT, tapi serius deh masih bingung sama LRT KL, perpindahan antar LRT nya itu bikin gempor bangeet, harus naik turun tangga gitu. Atau karena belum ngeh jalurnya kali ya? Tapi entahlah, soalnya kalau di singapura jalur MRT nya rapi banget, jadi ga perlu nanya juga ga akan nyasar hehe. (Tips 7 : Usahakan sudah pelajari jalur LRT/MRT biar ga kebingungan nanti)

Sekian kisah Backpacker tiga negara part Hatyai - Thailand, insyaAllah part selanjutnya akan segera ditulis. Seandainya ada yang butuh informasi dari saya yang juga masih newbie ini bisa tanya di kolom komentar ya, tinggalkan email juga agar bisa dibalas via email ^^

===Selalu ada kisah dari setiap perjalanan===
Share:

3 komentar:

  1. Seru kak ceritanya, btw budgetnya sampe berapa kak ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah baru terbaca komentarnya, sekitar 3juta all in

      Hapus
  2. Pulangnya naik pesawat atau naik bus lagi ke malaysia

    BalasHapus