Jumat, 24 Juni 2016

Sepotong Episode (Episode Mawar)

Sebut saja ia Mawar.

Kesan pertama yang biasa orang-orang paparkan tentangnya adalah "menyeramkan". Ya, dulu juga aku pikir dia ini menyeramkan sekali, bahkan aku sudah buat rencana gimana caranya menghadapi mawar yang jutek abis, haha.

Mungkin mawar tak tahu bahwa dulu, ia pernah melontarkan sebuah pernyataan yang bikin aku sempurna takut padanya. Dulu sampai mikir, bisa ngga ya di ending nanti jadi akrab sama mawar?

Tapi Allah memang Maha Membolak-balikkan hati. Ia yang begitu menakutkan dulu, jadi salah satu yang paling aku percaya sekarang. Dan ada satu hal yang sangat spesial darinya..  aku tahu bahwa aku tak akan pernah merasa terkhianati olehnya. Ada satu keyakinan dalam hati yang mengatakan bahwa Mawar tak akan pernah sampai hati untuk berbohong. Insya Allah.

Hmm, sejak dulu aku benci kebohongan. Apa susahnya bicara jujur? Toh lawan bicaramu hanya ingin tahu kondisi yang sebenarnya.

Mawar ini salah satu adik yang punya posisi spesial di hidupku. Memang, terkadang emosi bisa menguasainya, tapi tetap saja banyak hal yang bisa aku pelajari dari sikapnya. Ia teguh pada prinsipnya. Tapi kerennya, keteguhan pada prinsipnya tak membuat ia kehilangan toleransi pada yang tak seprinsip. Salut.

Oh ya, ada satu hal yang sangat spesial dari Mawar. Dia ini intel profesional, suka tiba-tiba dikasih jalan sama Allah untuk tahu suatu hal. Dari hal yang urgent, sampe hal paling urgent. Percayalah, aku bahkan segera pinggirin motor di jalan kalau udah ada line "KAMANDEU URGENT" dari dia. Semendesak apapun kondisi aku saat itu, aku yakin bahwa kabar dari mawar itu lebih mendesak, haha. Pesan "KAMANDEU URGENT" (pake capslock) itu kaya keyword bahwa ada sesuatu yang terjadi dan mesti segera diselesaikan.

Dan kalau udah ada line kaya gini, biasanya kita bahas berjam-jam di line. Duh, udah lama ga dapet line kaya gini dari dia, jadi kangen :')

Mawar ini partner kerja dakwah yang keren untukku. Dia ini mampu mikir logis, kebalikan dari aku yang apa-apa pakai feeling dulu baru logika -_- Kadang emang ga sependapat sih, tapi ini sih hal biasa. Ga seru kan kalau selalu sependapat, hehe.

Mawar ga romantis. Jangan harap kalau bisa so sweet so sweet an sama dia karena ujung-ujungnya cuma dibilang "alay iih", sebel kan?
Tapi.. pernah aku lihat satu tragedi. Ternyata mawar ini romantis sekali dengan adik-adiknya. Mawar yang notabene sering marah-marah sama temen seangkatan (damai ya, pisssss), jadi mawar yang lembut kalau udah berhadapan sama adik-adiknya.

Dia juga sering hadiahkan hal-hal sederhana yang bermakna untuk saudara-saudaranya. Dia juga hampir selalu hadir tepat waktu sehingga aku ga perlu khawatir sendirian di suatu agenda, karena biasanya selalu ada dia. Hal kecil kaya gini tuh so sweet banget sih menurutku. Jadi kalau sekalinya dia bilang uhibbuki fillah, akan jadi sangat spesial :')

Karena cinta, tak melulu tentang kata-kata bukan? Ini yang kupelajari dari mawar.


Selain itu, mawar ini punya keahlian dalam menulis. Tulisannya berkelas, ga kaya aku yang nulis kalau lagi galau doang -_- Kenapa ya, postingan-postingannya itu sering banget mewakili perasaan, jadinya kaya dibuat muhasabah pas baca :")

Tapi..
Ada satu hal yang mengganjal di hati. Beberapa saat lalu, aku mikir, kok kayanya aku sama Mawar ini hanya sebatas partner kerja ya? Mawar jarang banget ceritakan tentang hidupnya.
Yap, aku yakin mungkin belum waktunya aja sih. Tapi kadang ngerasa bersalah. Ngerasa bahwa aku belum jadi saudara yang baik untuknya karena belum bisa tunaikan hak-hak ukhuwah padanya.
Ketika aku sibuk minta tolong dia untuk urus ini itu, aku kadang lupa tanyakan kondisi dia yang sebenarnya. Bisa jadi, dia juga sedang tidak baik-baik saja.

Melalui postingan ini, aku ingin ucapkan terimakasih.
Terimakasih sudah tanggap bertanya "Kamandeu kenapa?" kalau mulai mencium sesuatu yang tak beres. Kadang pertanyaan simpel itu memperbaiki hari-hariku, meski seringnya aku ga bisa jawab :')
Terimakasih sudah jujur. Karena aku lebih suka dengar kalimat-kalimat sarkasmu, dibanding diamnya kamu menyembunyikan sesuatu.
Terimakasih sudah menjadi teman bicara yang menyenangkan, yang bisa menilai kondisi lebih bijak dari hari ke hari.
Terimakasih untuk tetap ada, meski aku tahu, perpisahan sedang melambai di depan mata.

Maaf, aku bukan, atau mungkin belum jadi saudara yang baik untukmu. Belum bisa jadi pendengar yang baik untukmu.
Maaf juga, sering aku lupa dengan solusi, jadi tolong ingatkan aku untuk selalu hasilkan solusi di setiap diskusi kita, oke? :)

Jika perpisahan menghampiri, dan kita memang tak lagi ada di tempat yang sama, tolong ingat satu hal.
Aku ingin menemuimu lagi dengan kondisi seperti ini, atau lebih baik dari ini.
Tolong jaga dirimu, pastikan agar tetap berdakwah dimanapun kau berada.
Ingat obrolan kita tempo hari? Kamu ingin memastikan anak-anakmu rajin liqo di masa yang akan datang. Jadi kau juga harus ingat untuk tetap hadiri halaqah pekanan di tempatmu yang baru nanti.

Aku.. sungguh mencintaimu. 
Dan semoga cinta ini memang murni karenaNya.
Sehingga pertemanan kita ini menjadi syafaat di hari akhir nanti.
Oh iya, jangan lupa, nanti kita meet up di luar negeri ya ^^

Sampai jumpa di keabadian, adikku tersayang.

Jum'at, 24 Juni 2016. 23:10

=====

Untuk yang belum tahu, sejak lima tahun lalu, aku buat satu serial yang judulnya "Sepotong Episode". Sayangnya serial ini bukan serial cerbung atau kisah-kisah motivasi yang menggugah jiwa, isi tulisan di serial ini adalah tentang orang-orang terdekat yang aku anggap sangat spesial. Kalau ga salah sampai sekarang sudah ada 5 episode dengan tokoh yang berbeda-beda. Ini tulisan nyebar banget dari jaman pakai ketikamentaritenggelam.tumblr.com dulu, dan ga bisa disearch jadi harus dipapay satu-satu. Dan sekarang, untuk pertama kalinya pada tahun 2016 ku lanjutkan serial ini ^^
Share:

2 komentar:

  1. Uhukkkk uhukkk aku juga kesel sama mawar ka mandeuuu dia kalo mau cerita suka cuman spoiler aja... wkwkwkwkw

    Kamandeuuuuuu so sweeet pisan ih

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini mah jelas banget ketauan siapa mawar teh ya haha

      Hapus