Selasa, 07 Juni 2016

HKPI Kongkows #4, Kebahagiaan yang Tak Berujung.



Jika air mata adalah salah satu bukti cinta, maka dua hari satu malam ini sang cinta sedang bertaburan tiada hentinya.

Kongkows kali ini kembali jadi kongkows terbaper sepanjang masa. Pecah pokoknya pecaah!
Sebenernya sih mulai hari ke-1 udah baper, seneng aja gitu ngeliat adik-adik senyum lebar dan semangat ngikutin acara. Tapi mulai khawatir ketika mereka kelelahan, takut ga bisa ngikutin acara lagi.

Tapi alhamdulillah, Allah memang Maha Baik, meski acara ngaret-ngaret cantik dan beberapa sakit (ini yang bikin sedih), tapi kebahagiaan tetap tak berkurang sedikitpun.

Sejak sore keberangkatan, rasanya antusias bisa lihat adik-adik senyum terus. Sebenernya agak kecewa juga, banyak yang cancel tiba-tiba tanpa alasan yang jelas padahal banyak sekali akhwat-akhwat diluar sana yang super sedih ga bisa ikut kongkows karena sakit, ujian, ga dapet izin dan hal lainnya. Pelajaran untuk kita, hargai setiap kesempatan karena tak semua orang bisa mendapatkannya. Jadi, bisa disimpulkan bahwa yang ikut kongkows kali ini memang benar-benar yang terpilih olehNya.

Menurutku, kongkows #4 ini adalah salah satu kongkows paling petjah. Kontennya lebih sederhana dari tahun lalu, tapi rasanya lebih hangat. Kamu tahu momen apa yang paling aku nikmati?
Liat adik-adik duduk bareng, berbagi makanan dan tertawa lepas seakan-akan mereka teman lama yang baru berjumpa.

Sejujurnya, ini pertama kali aku lihat mereka sedekat ini. Jadilah aku senyum-senyum sendiri lihat pemandangan ini. Asyik ya, jadi kakak itu bahagianya sesederhana ini :")

Sampailah kita pada malam hari, saatnya penampilan angkatan.
Yap, di kongkows kali ini alumni niat banget lho latihan buat penampilannya. Kita bawakan lagu "Janji Bunga Matahari" dan puisi diiringi oleh nisa yang ternyata bisa main gitar.
Tak disangka-sangka banyak juga yang menitikkan air mata, ku jadi ikut sedih..
Tapi memang benar, ini lagu mewakili perasaan kita, baik yang akan meninggalkan maupun yang akan ditinggalkan.

Lagu Janji Bunga Matahari :


Setelah penampilan, dilanjut dengan muhasabah ukhuwah. Nah ini juga yang baru di kongkows!
Kita muhasabah sambil gelap-gelapan pegang lilin, so sweet meskipun beberapa ada yang terlelap tidur sampe kejedug, haha.

Dan disini aku lihat mereka dengan pandangan yang berbeda.
Aku kira, aku sudah tak begitu peduli. Ternyata.. menyaksikan mereka menangis tersedu-sedu tetap saja hati ini sakit.
Aku kira, aku sudah bosan. Nyatanya,, setiap pengakuan mereka membuatku ingin terus berada didekat mereka dan menjadi sosok kakak seutuhnya.
Aku kira, tempat ini sudah hilang harapan. Dan ternyata.. Allah buka pintu kesempatan itu mulai dari kejujuran mereka.

Kawan, kita bisa ubah semua ini jika kita bersama :")

Dan sesi muhasabah pun berakhir dengan mata-mata bengkak dan banyak yang tak kuasa menghentikan tangisan.

Masuk ke sesi istirahat, ada yang aneh, ini kok HKPI 25 berisiiik banget, bahkan aku bangun karena berisiknya mereka, bukan karena alarm QL. Kan tumben banget mereka ga tidur -_-
Aku yang otomatis bangun karena kaget langsung masuk ke kamar mereka untuk interogasi.
Dan tahukah? Mereka malah senyum-senyum ga jelas sambil nutupin sesuatu.
Awalnya ingin marah-marah karena takut mereka sakit ga tidur semalaman, tapi setelah dipikir-pikir.. "biarin ah, kasian udah mau pisah, mungkin semaleman mereka ngobrol bareng".
Jadilah aku yang biasanya ga sabaran ini menyerah dengan tingkah mereka.


Oh iya, QL kongkows #4 ini juga spesial lho! *semua aja dibilang spesial -_-*
Karena lebih teratur dan kekejar hampir setengah juz dengan imam-imam shalat yang luarrr biasa.

Waah, kalau aja suasana sehari-hari kaya di kongkows, ibadah jadi makin nikmat karena semua dilakukan berjamaah.

Dengan free time kongkows yang banyak, waktu ngobrol juga lebih banyak. Sekali lagi, kubahagia lihat kalian asyik bicara satu sama lain. Semoga NI ga sepi lagi ya, nanti kita sering-sering tilawah bareng di NI, curhat, diskusi, dsb. Kita, teteh alumni yang tersisa, insyaAllah siap dengarkan segala cerita kalian. Ah, aku rindu sekali NI yang ramai :")

Dan setelah segala acara selesai, tepatnya setelah muhasabah dan ikrar pejuang yang bikin villa bergemuruh dengan takbir, tak disangka-sangka Jandi sang MC muncul dan bilang "Ada persembahan dari kita, HKPI 24-27 untuk teteh-teteh alumni"

Deg.

Persembahan apa? Jangan-jangan mereka begadang semaleman, jandi-gue-atoy-inay sering ke kamar hkpi 25, nana yang katanya lupa cara main gitar tapi tiba-tiba pinjem gitar, semuanya buat nyiapin persembahan ini?
Mikirinnya aja udah terharu, apalagi pas lihat persembahannya yang ternyata melibatkan angkatan 26-27. Ah, tak kuasa aku..


Aku, Nisa, Teh Sani, Beta dan Dzihni shocked pisan. Belum mulai juga udah banyak yang menitikkan air mata. Ini sungguh buat kami merasa spesial.. (Asli, alumni yang batal ikut kudu nyesel)

Persembahan dibuka dengan puisi dari HKPI 27 (Djihan dan Asyel), lalu dilanjut dengan pembawaan puisi oleh Zizah dan Nadya dari HKPI 26. Aduuh, hampir pertahananku runtuh denger puisinya. Gimana ya.. intinya, liat persembahan tulus dari adik-adik tuh.. bener-bener obrak-abrik perasaan seorang kakak. Jangan tanya teteh alumni lain, mereka udah sibuk ngusap air mata sendiri yang membanjir -_-

Setelahnya, ada penampilan dari HKPI 25-26. Mereka rombak lagu "Ingatlah Hari Ini" jadi kaya gini :
Lirik lagu persembahan


Hatiku sakit deq, tak sanggup saya mendengar setiap liriknya.
Btw, siapapun yang taruh kertas asli lirik lagunya ke tas aku, terimakasih banyaak! Aku akan simpan baik-baik, insyaAllah..

Kalau kata kalian ini lirik lucu. Buat kita, ini lirik bener-bener bikin flashback ke jaman kalian baru masuk SMA.
Aku yang sudah tua ini bersyukuur sekali bisa lihat perkembangan kalian sejak masih imut-imut sampai akhirnya bisa berjuang bareng disini. Dan sepertinya, sebentar lagi kalian lah yang akan banyak berperan disini.
Dan kalimat ending "Oh alumni HKPI... Tetaplah disini" itu bikin pertahananku runtuh.
Persembahan ini sungguh-sungguh datang disaat yang tepat.
Saat diri-diri ini sedang lelah dan ingin segera pergi.
Tapi sekali lagi, kalian menahan kami disini.
Selain itu, kalian bawa bunga handmade untuk kita lalu peluk kita satu-satu. Dan ternyata.. bunga-bunga itu yang bikin kalian ga tidur semalaman. Untung aku ga jadi marahin kalian, kan gengsi nanti atuh :"

Beberapa korban, tersangka dan bunga bikinan mereka.

Dan ketika giliran peluk suci, ada kalimat yang bikin cirambay.

"Ka mandeu ga akan pergi kan? Ka mandeu ga akan kemana-mana kan? Jawab Suci, kamandeu.."
Dhuarr, meledaklah tangisan. Ga tau, ga sanggup aja ngomong apa-apa, cuma bisa sesenggukan dan peluk makin erat. Aku tahu, segenap hatiku, segenap sel-sel dalam darahku, mencintai mereka.. *maaf lebay, udah bawaan lahir*

Begitupun ketika bergiliran memeluk adik-adik yang lain. Rasanya kok sedih lihat mereka sesenggukan gini. Aku mulai tertampar, sadar bahwa angkatan 26 masih harus berjuang lebih keras dengan banyak bimbingan, sadar juga bahwa angkatan 27 butuh banyak sosok kakak yang mau mendengarkan mereka. Lalu aku kemana aja?!

Aku sadar, aku agak menjauh akhir-akhir ini. Sibuk dengan urusanku sendiri.
Lupa, bahwa sekuat apapun mereka, mereka masih butuh sosok seorang kakak, bukan hanya partner kerja-kerja dakwah.

Maafkan aku, adik-adik hebatku. Sungguh, maafkan aku..

Kongkows #4 ini menyadarkanku bahwa belajar tak harus dari yang lebih tua (Quotes by Teh Sani). Toh nyatanya aku banyak tertampar oleh ketulusan kalian yang bahkan beda tujuh tahun dariku.

Dan untuk teteh alumni lain.. kekagumanku tak pernah berkurang.
Dikala mahasiswa lain sibuk dengan hal-hal keren, untukku kalian justru lebih keren, mau-maunya kembali lagi ke dakwah sekolah dan berlatih untuk bisa masuk ke dunia mereka.
Tetaplah disini, sampai tunas-tunas itu tumbuh dengan cantiknya..

Sebentar lagi kawan,,
Sebentar lagi... Bersabarlah..
Perjalanan akan berakhir indah..
Dan kita akan menyaksikan seperti apa tunas-tunas yang akan tumbuh.. 
(Diambil dari puisi persembahan HKPI 26, karya Abidin Hanif).

Memang benar ya, HKPI Kongkows #4 ini memberikan kebahagiaan yang tak berujung..
Dan ya, tulisan ini memang selain tujuannya untuk mengkristalkan memori, juga untuk bikin nyesel yang ga ikutan kongkows #4.

Sampai jumpa di keabadian, kawan.

Cintaku.

Share:

1 komentar:

  1. So regret, semoga bisa ikut yang kelima entar:') KAMANDEU JANGAN PERGI POKOKNYA YAAAAAAAAAAAAAAAAA

    BalasHapus