Sabtu, 25 Juni 2016

Tolonglah, aku lelah..

Kau orang baik. Saya tahu itu.
Tapi saya benci jika kamu menghilang seperti ini.

Terserah. Jika kau memang sedang tak nyaman, silahkan saja menghilang.
Asal satu hal. Kau tetap baik-baik saja.

Ini sudah hampir 72 jam, dan kau masih tak memberi kabar.
Melewati agenda besar dengan konfirmasi yang nihil.
Saya tahu. Saya tahu persis bahwa saya bukan siapa-siapa.
Saya tahu persis bahwa kau berhak untuk pergi sementara, atau bahkan selamanya.

Tapi apa susahnya berikan sepatah dua patah kata pada saudaramu yang kau tahu jelas bahwa level kekhawatirannya diatas rata-rata?
Apa susahnya membalas pesan-pesan singkat yang dikirim lewat berbagai media sosial?
Aku akan sangat hargai meski itu hanya satu karakter saja.

Kau jelas tak tahu mataku sudah basah saat menulis ini.
Kau boleh tak peduli.
Tapi tolong.. jangan lagi seperti ini.

Andai saja bisa kau rasakan hidup sehari saja sebagai aku. Maka kau akan tahu bahwa kekhawatiranku, bukan hanya permainan belaka.
Aku takut sesuatu terjadi padamu, dan aku sama sekali tak tahu.
Lalu apa yang akan aku pertanggung jawabkan padaNya nanti?
Karena aku tak mau jadi saudara yang hanya ada ketika kamu baik-baik saja.

Mungkin memang salahku yang belum masuk kualifikasi saudara yang dapat menanggung beban.
Aku akan coba upgrade diri, agar setidaknya berhak untuk dapat sedikit kabar tentangmu.
Kau tahu? Aku hanya ingin pastikan kau tak terluka.

Tolonglah. Aku lelah.
Share:

Jumat, 24 Juni 2016

Sepotong Episode (Episode Mawar)

Sebut saja ia Mawar.

Kesan pertama yang biasa orang-orang paparkan tentangnya adalah "menyeramkan". Ya, dulu juga aku pikir dia ini menyeramkan sekali, bahkan aku sudah buat rencana gimana caranya menghadapi mawar yang jutek abis, haha.

Mungkin mawar tak tahu bahwa dulu, ia pernah melontarkan sebuah pernyataan yang bikin aku sempurna takut padanya. Dulu sampai mikir, bisa ngga ya di ending nanti jadi akrab sama mawar?

Tapi Allah memang Maha Membolak-balikkan hati. Ia yang begitu menakutkan dulu, jadi salah satu yang paling aku percaya sekarang. Dan ada satu hal yang sangat spesial darinya..  aku tahu bahwa aku tak akan pernah merasa terkhianati olehnya. Ada satu keyakinan dalam hati yang mengatakan bahwa Mawar tak akan pernah sampai hati untuk berbohong. Insya Allah.

Hmm, sejak dulu aku benci kebohongan. Apa susahnya bicara jujur? Toh lawan bicaramu hanya ingin tahu kondisi yang sebenarnya.

Mawar ini salah satu adik yang punya posisi spesial di hidupku. Memang, terkadang emosi bisa menguasainya, tapi tetap saja banyak hal yang bisa aku pelajari dari sikapnya. Ia teguh pada prinsipnya. Tapi kerennya, keteguhan pada prinsipnya tak membuat ia kehilangan toleransi pada yang tak seprinsip. Salut.

Oh ya, ada satu hal yang sangat spesial dari Mawar. Dia ini intel profesional, suka tiba-tiba dikasih jalan sama Allah untuk tahu suatu hal. Dari hal yang urgent, sampe hal paling urgent. Percayalah, aku bahkan segera pinggirin motor di jalan kalau udah ada line "KAMANDEU URGENT" dari dia. Semendesak apapun kondisi aku saat itu, aku yakin bahwa kabar dari mawar itu lebih mendesak, haha. Pesan "KAMANDEU URGENT" (pake capslock) itu kaya keyword bahwa ada sesuatu yang terjadi dan mesti segera diselesaikan.

Dan kalau udah ada line kaya gini, biasanya kita bahas berjam-jam di line. Duh, udah lama ga dapet line kaya gini dari dia, jadi kangen :')

Mawar ini partner kerja dakwah yang keren untukku. Dia ini mampu mikir logis, kebalikan dari aku yang apa-apa pakai feeling dulu baru logika -_- Kadang emang ga sependapat sih, tapi ini sih hal biasa. Ga seru kan kalau selalu sependapat, hehe.

Mawar ga romantis. Jangan harap kalau bisa so sweet so sweet an sama dia karena ujung-ujungnya cuma dibilang "alay iih", sebel kan?
Tapi.. pernah aku lihat satu tragedi. Ternyata mawar ini romantis sekali dengan adik-adiknya. Mawar yang notabene sering marah-marah sama temen seangkatan (damai ya, pisssss), jadi mawar yang lembut kalau udah berhadapan sama adik-adiknya.

Dia juga sering hadiahkan hal-hal sederhana yang bermakna untuk saudara-saudaranya. Dia juga hampir selalu hadir tepat waktu sehingga aku ga perlu khawatir sendirian di suatu agenda, karena biasanya selalu ada dia. Hal kecil kaya gini tuh so sweet banget sih menurutku. Jadi kalau sekalinya dia bilang uhibbuki fillah, akan jadi sangat spesial :')

Karena cinta, tak melulu tentang kata-kata bukan? Ini yang kupelajari dari mawar.


Selain itu, mawar ini punya keahlian dalam menulis. Tulisannya berkelas, ga kaya aku yang nulis kalau lagi galau doang -_- Kenapa ya, postingan-postingannya itu sering banget mewakili perasaan, jadinya kaya dibuat muhasabah pas baca :")

Tapi..
Ada satu hal yang mengganjal di hati. Beberapa saat lalu, aku mikir, kok kayanya aku sama Mawar ini hanya sebatas partner kerja ya? Mawar jarang banget ceritakan tentang hidupnya.
Yap, aku yakin mungkin belum waktunya aja sih. Tapi kadang ngerasa bersalah. Ngerasa bahwa aku belum jadi saudara yang baik untuknya karena belum bisa tunaikan hak-hak ukhuwah padanya.
Ketika aku sibuk minta tolong dia untuk urus ini itu, aku kadang lupa tanyakan kondisi dia yang sebenarnya. Bisa jadi, dia juga sedang tidak baik-baik saja.

Melalui postingan ini, aku ingin ucapkan terimakasih.
Terimakasih sudah tanggap bertanya "Kamandeu kenapa?" kalau mulai mencium sesuatu yang tak beres. Kadang pertanyaan simpel itu memperbaiki hari-hariku, meski seringnya aku ga bisa jawab :')
Terimakasih sudah jujur. Karena aku lebih suka dengar kalimat-kalimat sarkasmu, dibanding diamnya kamu menyembunyikan sesuatu.
Terimakasih sudah menjadi teman bicara yang menyenangkan, yang bisa menilai kondisi lebih bijak dari hari ke hari.
Terimakasih untuk tetap ada, meski aku tahu, perpisahan sedang melambai di depan mata.

Maaf, aku bukan, atau mungkin belum jadi saudara yang baik untukmu. Belum bisa jadi pendengar yang baik untukmu.
Maaf juga, sering aku lupa dengan solusi, jadi tolong ingatkan aku untuk selalu hasilkan solusi di setiap diskusi kita, oke? :)

Jika perpisahan menghampiri, dan kita memang tak lagi ada di tempat yang sama, tolong ingat satu hal.
Aku ingin menemuimu lagi dengan kondisi seperti ini, atau lebih baik dari ini.
Tolong jaga dirimu, pastikan agar tetap berdakwah dimanapun kau berada.
Ingat obrolan kita tempo hari? Kamu ingin memastikan anak-anakmu rajin liqo di masa yang akan datang. Jadi kau juga harus ingat untuk tetap hadiri halaqah pekanan di tempatmu yang baru nanti.

Aku.. sungguh mencintaimu. 
Dan semoga cinta ini memang murni karenaNya.
Sehingga pertemanan kita ini menjadi syafaat di hari akhir nanti.
Oh iya, jangan lupa, nanti kita meet up di luar negeri ya ^^

Sampai jumpa di keabadian, adikku tersayang.

Jum'at, 24 Juni 2016. 23:10

=====

Untuk yang belum tahu, sejak lima tahun lalu, aku buat satu serial yang judulnya "Sepotong Episode". Sayangnya serial ini bukan serial cerbung atau kisah-kisah motivasi yang menggugah jiwa, isi tulisan di serial ini adalah tentang orang-orang terdekat yang aku anggap sangat spesial. Kalau ga salah sampai sekarang sudah ada 5 episode dengan tokoh yang berbeda-beda. Ini tulisan nyebar banget dari jaman pakai ketikamentaritenggelam.tumblr.com dulu, dan ga bisa disearch jadi harus dipapay satu-satu. Dan sekarang, untuk pertama kalinya pada tahun 2016 ku lanjutkan serial ini ^^
Share:

Kamis, 16 Juni 2016

Monolog malam hari

Karena terkadang, ada kondisi dimana kamu harus mengalah.
Tanpa harus bertanya "kenapa?", "kok harus aku?", "kenapa bukan dia?" dan berbagai pertanyaan lainnya.

Ya, kamu hanya perlu diam.
Bertindak seakan-akan kamu setuju dengan yang sedang terjadi padanya, atau bahkan pada mereka.
Bertindak seakan-akan kamu tak khawatir.
Bertindak seakan-akan kamu tak kecewa.
Bertindak seakan-akan kamu sama sekali tak terluka.

Padahal mudah sekali yang kau inginkan.
Ingin memastikan bahwa keadaan baik-baik saja.

Tapi tak apa, ada Allah yang selalu dengar keluh kesahmu.
Ada sajadah yang siap tampung air matamu.
Kamu akan baik-baik saja setelah menangis sebentar, aku tahu itu.
Share:

Kamis, 09 Juni 2016

Cinta adalah kata kerja

“Dalam makna memberi itu posisi kita sangat kuat: kita tak perlu kecewa atau terhina dengan penolakan, atau lemah atau melankolik saat kasih tandas karena takdirNya. Sebab di sini kita justru sedang melakukan sebuah “pekerjaan jiwa” yang sangat besar dan agung: MENCINTAI.” -Anis Matta


Cinta itu.. sederhana bukan?
Tetiba malam ini terpikir hal-hal sederhana dari para pecinta.


Kemarin malam, saat saya dan adik saya sedang tarawih, hujan besar turun. Dan ternyata bukan sekedar hujan biasa, tapi hujan lebat dan angin yang demikian besar. Saat itu, kami tak membawa payung dan memutuskan untuk menunggu saja lah. Bahkan saya sudah mengambil posisi duduk di masjid untuk melanjutkan tilawah meski tetap saja khawatir tidak bisa pulang. Dan kondisi saat itu tidak ada yang membawa handphone untuk menghubungi orang di rumah.


Lalu kau tahu?
Sesosok pria tertampan di dunia ini datang menjemput membawa dua payung untuk kami. Ia menerjang hujan deras tanpa tahu posisi saya dan adik saya dimana. Untuk apa? Hanya untuk memastikan bahwa kami bisa pulang ke rumah dengan aman.


Pria itu kebasahan sesampainya dirumah. Dan ia.. Ayah saya.

Itu cinta bukan?

Lalu malam ini juga saya menonton video yang sedang viral di media sosial. Video dimana ada sebuah tragedi ketidaksengajaan yang membuat seorang wanita terkena api dari ledakan balon. Entah apa yang terjadi karena teman-temannya sibuk berteriak-teriak.

Ah saya jadi ingat, beberapa malam yang lalu, saya juga melakukan suatu kebodohan. Tepatnya saat kongkows kemarin, saat saya sedang berusaha menyalakan api untuk barbeque, saya lalai menyalakan api hingga apinya hampir mengenai saya dan membakar tempat minyak tanah.

Ada dua saudara saya disana yang sedang memurajaah hafalannya, yang satu berlari kedalam (yang saya yakin dia mau mengambil peralatan dari dalam villa untuk memadamkan api), yang satu lagi langsung berlari menghampiri saya dan mematikan api (entah dengan cara apa). Saya sendiri berlari membawa tempat minyak tanah sejauh-jauhnya dari sumber api.

Alhamdulillah, tidak ada yang terjadi. Saya tak tahu bagaimana saudara saya yang satu itu berhasil memadamkan api tanpa memegang alat apapun.


Apakah mereka melontarkan kalimat "menyalahkan"?
Ajaibnya, tidak sama sekali. Mereka hanya berkata "untung tempat minyak tanahnya langsung dipindahin".


Lalu setelahnya, mereka duduk melanjutkan murajaah kembali.
Tanpa tahu saya sedang tertegun melihat "aksi" mereka. Ini dramatis, sungguh lebih dramatis dibandingkan adegan menarik orang yang akan tertabrak mobil di sinetron.

Mereka tahu tidak sih? Apa yang mereka lakukan bisa saja jadi bahaya untuk mereka sendiri.
Tapi mereka berlari, tanpa peduli apa yang akan terjadi.
Saya jadi berpikir, membayangkan apakah yang akan saya lakukan jika saya yang ada di posisi mereka? Apakah saya akan berlari menolong atau malah menyelamatkan diri?

Disitu saya sadar bahwa.. inilah cinta.


Kawan, singkirkan kisah cinta roman picisanmu.
Masih banyak cinta-cinta hebat diluar sana yang luput dari perhatian kita.

Cinta bagi Umar bin Khattab adalah sebuah kata kerja. Maka menata ulang cinta baginya hanyalah menata ulang kata kerja dan amalnya dalam mencintai. Ia tak berumit-rumit dengan apa yang ada dalam hati. Biarlah hati menjadi makmum bagi kerja-kerja cinta yang dilakukan oleh amal shalihnya.
Share:

Selasa, 07 Juni 2016

HKPI Kongkows #4, Kebahagiaan yang Tak Berujung.



Jika air mata adalah salah satu bukti cinta, maka dua hari satu malam ini sang cinta sedang bertaburan tiada hentinya.

Kongkows kali ini kembali jadi kongkows terbaper sepanjang masa. Pecah pokoknya pecaah!
Sebenernya sih mulai hari ke-1 udah baper, seneng aja gitu ngeliat adik-adik senyum lebar dan semangat ngikutin acara. Tapi mulai khawatir ketika mereka kelelahan, takut ga bisa ngikutin acara lagi.

Tapi alhamdulillah, Allah memang Maha Baik, meski acara ngaret-ngaret cantik dan beberapa sakit (ini yang bikin sedih), tapi kebahagiaan tetap tak berkurang sedikitpun.

Sejak sore keberangkatan, rasanya antusias bisa lihat adik-adik senyum terus. Sebenernya agak kecewa juga, banyak yang cancel tiba-tiba tanpa alasan yang jelas padahal banyak sekali akhwat-akhwat diluar sana yang super sedih ga bisa ikut kongkows karena sakit, ujian, ga dapet izin dan hal lainnya. Pelajaran untuk kita, hargai setiap kesempatan karena tak semua orang bisa mendapatkannya. Jadi, bisa disimpulkan bahwa yang ikut kongkows kali ini memang benar-benar yang terpilih olehNya.

Menurutku, kongkows #4 ini adalah salah satu kongkows paling petjah. Kontennya lebih sederhana dari tahun lalu, tapi rasanya lebih hangat. Kamu tahu momen apa yang paling aku nikmati?
Liat adik-adik duduk bareng, berbagi makanan dan tertawa lepas seakan-akan mereka teman lama yang baru berjumpa.

Sejujurnya, ini pertama kali aku lihat mereka sedekat ini. Jadilah aku senyum-senyum sendiri lihat pemandangan ini. Asyik ya, jadi kakak itu bahagianya sesederhana ini :")

Sampailah kita pada malam hari, saatnya penampilan angkatan.
Yap, di kongkows kali ini alumni niat banget lho latihan buat penampilannya. Kita bawakan lagu "Janji Bunga Matahari" dan puisi diiringi oleh nisa yang ternyata bisa main gitar.
Tak disangka-sangka banyak juga yang menitikkan air mata, ku jadi ikut sedih..
Tapi memang benar, ini lagu mewakili perasaan kita, baik yang akan meninggalkan maupun yang akan ditinggalkan.

Lagu Janji Bunga Matahari :


Setelah penampilan, dilanjut dengan muhasabah ukhuwah. Nah ini juga yang baru di kongkows!
Kita muhasabah sambil gelap-gelapan pegang lilin, so sweet meskipun beberapa ada yang terlelap tidur sampe kejedug, haha.

Dan disini aku lihat mereka dengan pandangan yang berbeda.
Aku kira, aku sudah tak begitu peduli. Ternyata.. menyaksikan mereka menangis tersedu-sedu tetap saja hati ini sakit.
Aku kira, aku sudah bosan. Nyatanya,, setiap pengakuan mereka membuatku ingin terus berada didekat mereka dan menjadi sosok kakak seutuhnya.
Aku kira, tempat ini sudah hilang harapan. Dan ternyata.. Allah buka pintu kesempatan itu mulai dari kejujuran mereka.

Kawan, kita bisa ubah semua ini jika kita bersama :")

Dan sesi muhasabah pun berakhir dengan mata-mata bengkak dan banyak yang tak kuasa menghentikan tangisan.

Masuk ke sesi istirahat, ada yang aneh, ini kok HKPI 25 berisiiik banget, bahkan aku bangun karena berisiknya mereka, bukan karena alarm QL. Kan tumben banget mereka ga tidur -_-
Aku yang otomatis bangun karena kaget langsung masuk ke kamar mereka untuk interogasi.
Dan tahukah? Mereka malah senyum-senyum ga jelas sambil nutupin sesuatu.
Awalnya ingin marah-marah karena takut mereka sakit ga tidur semalaman, tapi setelah dipikir-pikir.. "biarin ah, kasian udah mau pisah, mungkin semaleman mereka ngobrol bareng".
Jadilah aku yang biasanya ga sabaran ini menyerah dengan tingkah mereka.


Oh iya, QL kongkows #4 ini juga spesial lho! *semua aja dibilang spesial -_-*
Karena lebih teratur dan kekejar hampir setengah juz dengan imam-imam shalat yang luarrr biasa.

Waah, kalau aja suasana sehari-hari kaya di kongkows, ibadah jadi makin nikmat karena semua dilakukan berjamaah.

Dengan free time kongkows yang banyak, waktu ngobrol juga lebih banyak. Sekali lagi, kubahagia lihat kalian asyik bicara satu sama lain. Semoga NI ga sepi lagi ya, nanti kita sering-sering tilawah bareng di NI, curhat, diskusi, dsb. Kita, teteh alumni yang tersisa, insyaAllah siap dengarkan segala cerita kalian. Ah, aku rindu sekali NI yang ramai :")

Dan setelah segala acara selesai, tepatnya setelah muhasabah dan ikrar pejuang yang bikin villa bergemuruh dengan takbir, tak disangka-sangka Jandi sang MC muncul dan bilang "Ada persembahan dari kita, HKPI 24-27 untuk teteh-teteh alumni"

Deg.

Persembahan apa? Jangan-jangan mereka begadang semaleman, jandi-gue-atoy-inay sering ke kamar hkpi 25, nana yang katanya lupa cara main gitar tapi tiba-tiba pinjem gitar, semuanya buat nyiapin persembahan ini?
Mikirinnya aja udah terharu, apalagi pas lihat persembahannya yang ternyata melibatkan angkatan 26-27. Ah, tak kuasa aku..


Aku, Nisa, Teh Sani, Beta dan Dzihni shocked pisan. Belum mulai juga udah banyak yang menitikkan air mata. Ini sungguh buat kami merasa spesial.. (Asli, alumni yang batal ikut kudu nyesel)

Persembahan dibuka dengan puisi dari HKPI 27 (Djihan dan Asyel), lalu dilanjut dengan pembawaan puisi oleh Zizah dan Nadya dari HKPI 26. Aduuh, hampir pertahananku runtuh denger puisinya. Gimana ya.. intinya, liat persembahan tulus dari adik-adik tuh.. bener-bener obrak-abrik perasaan seorang kakak. Jangan tanya teteh alumni lain, mereka udah sibuk ngusap air mata sendiri yang membanjir -_-

Setelahnya, ada penampilan dari HKPI 25-26. Mereka rombak lagu "Ingatlah Hari Ini" jadi kaya gini :
Lirik lagu persembahan


Hatiku sakit deq, tak sanggup saya mendengar setiap liriknya.
Btw, siapapun yang taruh kertas asli lirik lagunya ke tas aku, terimakasih banyaak! Aku akan simpan baik-baik, insyaAllah..

Kalau kata kalian ini lirik lucu. Buat kita, ini lirik bener-bener bikin flashback ke jaman kalian baru masuk SMA.
Aku yang sudah tua ini bersyukuur sekali bisa lihat perkembangan kalian sejak masih imut-imut sampai akhirnya bisa berjuang bareng disini. Dan sepertinya, sebentar lagi kalian lah yang akan banyak berperan disini.
Dan kalimat ending "Oh alumni HKPI... Tetaplah disini" itu bikin pertahananku runtuh.
Persembahan ini sungguh-sungguh datang disaat yang tepat.
Saat diri-diri ini sedang lelah dan ingin segera pergi.
Tapi sekali lagi, kalian menahan kami disini.
Selain itu, kalian bawa bunga handmade untuk kita lalu peluk kita satu-satu. Dan ternyata.. bunga-bunga itu yang bikin kalian ga tidur semalaman. Untung aku ga jadi marahin kalian, kan gengsi nanti atuh :"

Beberapa korban, tersangka dan bunga bikinan mereka.

Dan ketika giliran peluk suci, ada kalimat yang bikin cirambay.

"Ka mandeu ga akan pergi kan? Ka mandeu ga akan kemana-mana kan? Jawab Suci, kamandeu.."
Dhuarr, meledaklah tangisan. Ga tau, ga sanggup aja ngomong apa-apa, cuma bisa sesenggukan dan peluk makin erat. Aku tahu, segenap hatiku, segenap sel-sel dalam darahku, mencintai mereka.. *maaf lebay, udah bawaan lahir*

Begitupun ketika bergiliran memeluk adik-adik yang lain. Rasanya kok sedih lihat mereka sesenggukan gini. Aku mulai tertampar, sadar bahwa angkatan 26 masih harus berjuang lebih keras dengan banyak bimbingan, sadar juga bahwa angkatan 27 butuh banyak sosok kakak yang mau mendengarkan mereka. Lalu aku kemana aja?!

Aku sadar, aku agak menjauh akhir-akhir ini. Sibuk dengan urusanku sendiri.
Lupa, bahwa sekuat apapun mereka, mereka masih butuh sosok seorang kakak, bukan hanya partner kerja-kerja dakwah.

Maafkan aku, adik-adik hebatku. Sungguh, maafkan aku..

Kongkows #4 ini menyadarkanku bahwa belajar tak harus dari yang lebih tua (Quotes by Teh Sani). Toh nyatanya aku banyak tertampar oleh ketulusan kalian yang bahkan beda tujuh tahun dariku.

Dan untuk teteh alumni lain.. kekagumanku tak pernah berkurang.
Dikala mahasiswa lain sibuk dengan hal-hal keren, untukku kalian justru lebih keren, mau-maunya kembali lagi ke dakwah sekolah dan berlatih untuk bisa masuk ke dunia mereka.
Tetaplah disini, sampai tunas-tunas itu tumbuh dengan cantiknya..

Sebentar lagi kawan,,
Sebentar lagi... Bersabarlah..
Perjalanan akan berakhir indah..
Dan kita akan menyaksikan seperti apa tunas-tunas yang akan tumbuh.. 
(Diambil dari puisi persembahan HKPI 26, karya Abidin Hanif).

Memang benar ya, HKPI Kongkows #4 ini memberikan kebahagiaan yang tak berujung..
Dan ya, tulisan ini memang selain tujuannya untuk mengkristalkan memori, juga untuk bikin nyesel yang ga ikutan kongkows #4.

Sampai jumpa di keabadian, kawan.

Cintaku.

Share: