Rabu, 13 April 2016

Gagal? Siapa takut?!

Jadi selama dua sampai tiga tahun ini aku emang coba daftar banyak hal. Mulai dari yang sifatnya akademis sampai aktivitas yang ningkatin softskill.

Di tahun ketiga kuliah, pernah iseng nyoba ikutan seleksi hackathon di Jepang, pesertanya kebanyakan dari ITB. Dan yang amazing adalah.. mereka berasal dari jurusan yang jauh banget dari IT, ada yang jurusan geologi sampai seni. Lah, aku kira aku bakal ketemu dengan programmer-programmer bermata sipit, nyatanya wow diluar dugaan banget.

Alhamdulillah, saat itu aku lolos ke tahap interview bareng seorang teman dari kampus. Interview event ini via skype dan langsung dengan orang Jepang. Tahukah kamu? Aku bahkan nggak ngerti interviewernya ngomong apa aja, hahaha. Bahasa inggrisnya lucu banget, jadi selama interview aku banyaknya cuma yes yes aja.

Yaa, karena ini interview serius aku yang pertama dan salahnya aku malah bilang ke orangtua, akhirnya malah heboh sebelum ada hasil. Tapi Allah berkata lain, ini belum jalannya untuk ke Jepang.



Tapi gimana ya, sedih sih tapi ya ngga lama-lama juga. Lagian kenapa harus sedih lama-lama?
Sejak aku ngerasain gagal masuk ITB via SNMPTN tertulis yang sakitnya luar biasa itu (bayangin, lima tahun ngejar eh bukan jodohnya, tapi pas gagal nangisnya cuma sehari), jadi biasa aja memandang kegagalan. Toh pasti Allah punya rencana lain, iya kan?


Nah, lewat tahun 2014 dan tentu banyak kegagalan lainnya, aku masih terus coba-coba banyak kesempatan untuk bisa ke Jepang. Salah satu event lain yang aku coba kejar adalah Jenesys, tapi ternyata.. Allah juga masih bilang "belum". Sedih? Nggak, biasa aja. Ribuan kesempatan masih ada diluar sana, iya kan?

Lalu di tahun 2015, kesempatan besar datang. Kumamoto Summer School namanya. Saat itu info tentang summer school ini cukup ngehits, dan akhirnya dengan kepedean tak terbatas, aku coba untuk apply lagi. Dengan segala keterbatasan (karena lagi KP di Astra Graphia Jkt) akhirnya aku berhasil kirimkan berkas-berkas yang dibutuhkan. Kamu tahu hasilnya apa?

AKU KETERIMA! Iya, aku keterima sebagai peserta summer school ke Kumamoto Jepang!! Hanya saja karena IPK aku kurang 0 koma sekian, jadi status scholarshipnya dipending.

Kamu tahu gimana rasanya? Bahagiaaaaa banget, hampir hampir nangis pengen peluk orang pas lihat email itu. Perjalanan hampir dua jam setiap pulang pergi KP jadi kerasa ringan, meski harus berdiri di transjakarta hahaha. 

Tapi... aku masih tak jadi pergi.
Kenapa? Ada kesalahan teknis, ada yang terlupa mem-forward email profesor disana yang suruh aku bikin essay untuk dapat scholarship. Akhirnya aku mengalah, toh ngga ada gunanya juga pakeukeuh-keukeuh siapa yang jadi korban. Waktu itu aku putuskan cari dana mandiri. Dulu sampai udah ngajuin proposal ke kampus, tapi restu orang tua juga belum didapat. Akhirnya dengan berat hati, tepat sesudah bertemu dengan dekan, aku putuskan untuk membatalkan keberangkatan ke Jepang yang tinggal dua minggu itu. Rasanya berat untuk perjuangkan sesuatu yang belum direstui orang tua :")

Sedih? Iya, jujur yang ini agak pedih. Tapi... aku punya banyak saudara yang dengan lihat mereka bahagia saja sudah tertular bahagia. Jadi besoknya udah nggak kerasa sedihnya. "Kan tinggal coba lagi nanti, kesempatan masih banyak ini", batinku.

Yap, ini memang kegagalan ter-geregetan selama hidup aku hahaha.

Selain itu, yang paling baru sih pendaftaran FIM. Entah kenapa, dengan sangat niat aku siapkan aplikasinya, mulai dari data diri hingga essay yang banyak itu :")

Dan.. jreng jreng, total pendaftar adalah : 9800 orang!!

Dari 9800 orang itu mulai berguguran karena tak lengkapnya aplikasi, hingga akhirnya tersisa 2553.
Lalu dua minggu setelahnya, ada sms masuk yang isinya mengatakan bahwa aku lolos ke tahap interview. Konyolnya aku ngerasa biasa aja, "ah, paling ini 2500 orang lolos semua". Tapi gitu-gitu juga tetep deg-degan parah pas mau interview, ada rasa ingin diterima yang membuncah dalam dada.
Rasanya ingin nyobain aja gitu ada di forum yang heterogen, tapi tetap punya misi yang sama.

Nah, ini yang menarik. Interviewer FIM waktu itu kak zulfikar dan kak renita yang baru menikah haha. Sebelumnya agak kenal kak zulfikar ini karena follow tumblrnya. Oh wow, mereka ini keren parah. Aku jadi ngerasa curhat sepanjang interview, dan malah dapat banyak pelajaran dari mereka. Hmm, mungkin kisah ini suatu saat akan aku tulis :)

Tapi 5 hari lalu, aku tahu bahwa aku tidak lolos. Dari 314 itu diambil 165 orang, dan aku bukanlah salah satunya. Gereget sih, ini perbandingannya 1:1 dan aku termasuk 1 yang ga lolos itu. Tapi sekali lagi ini ajaib, selalu ada rasa ikhlas dalam hati. Allah Maha Baik, aku yakin ini. Allah pasti punya rencana lain.

Ini faktanya :
Kamu tahu? Ternyata... yang lolos ke tahap interview itu hanya 314 orang. It means, perbandingannya sekitar 1:8. Ketika aku lolos, maka ada tujuh-delapan orang yang nggak lolos. Dan apa saat itu aku tanya "Kok aku yang lolos?" Nggak. Lalu kenapa pas aku ga lolos di akhir aku berhak untuk tanya "Kok aku nggak lolos sih?" Hidup ini memang sepenuhnya tentang bersyukur, kawan :")


Yap, kegagalan lolos FIM juga salah satu kegagalan geregetan karena gagal di tahap akhir haha.

Entah karena aku hareeng kebanyakan makan pecin atau gimana, selama nunggu hasil FIM ini aku iseng-iseng daftar Youth Connection MITI 2016. Serius, ini aplikasi teriseng yang pernah aku coba kirimkan. Negara yang aku pilih juga bukan Jepang, tapi Finlandia. Aku sadar, aku mulai concern ke bidang pendidikan via teknologi, maka aku rasa Finlandia bisa jadi salah satu negara yang cocok.

Lalu mulailah aku isi aplikasi di detik-detik terakhir banget, setengah jam sebelum ditutup baru aku kirimkan hehehe. Aku udah yakin banget "ah, ini sih nggak akan keterima, yakin!"

Pengumuman dijadwalkan tanggal 10 April 2016, waktu itu aku malah lupa kalau bakal ada pengumumannya. 


Jreng jreeeng! Tebak aku lolos nggak?
.
.
.
.
Yaa, aku lolos! Hihihi, dengan segala pertolonganNya, aplikasi teriseng ini malah lolos.


Alhamdulillah, mungkin ini memang bukan hal besar, bahkan bisa jadi hal yang sangat kecil. Tapi ini membuktikan keyakinanku bahwa selalu ada jalan. Selalu ada jalan. Minta doanya semoga YC ini jadi jalan pembuka untuk melanjutkan studi di LN ya. Aku rindu merasa rindu pada kampung halaman. Aku ingin bawa banyak inovasi untuk negeri ini.

Ah, siapapun kamu, yang pernah kirimkan doa untukku. Terimakasih banyak.
Doa-doa itu semata-mata bukan untuk meloloskanku di kegiatan ini itu, bukan untuk menghebatkan diri ini, karena setiap kesuksan adalah hadiah dariNya. 
Sejatinya, doa-doa itu menguatkanku dari hari ke hari. Semakin meyakinkan langkahku untuk perlahan mengejar mimpi. Apalah yang lebih berarti bagi seorang pemimpi untuk tetap memiliki semangat dalam mengejar mimpinya?

Sungguh, terimakasih banyak wahai para pendoa dalam diam :")



Tulisan ini dibuat semata-mata untuk mengingatkan diri ini, bahwa manusia itu lemah. Tak bisa berjuang sendirian. Dan tak lupa, bahwa Allah selalu dekat, lebih dekat dari urat nadi kita. Yakinlah, rencanaNya selalu yang terbaik.
Share:

2 komentar:

  1. Balasan
    1. Waah ada kakak penulis mampir kesini~
      Ah, masih kerenan sonya :D

      Hapus