Kamis, 10 Maret 2016

Mereka tahu tidak ya?

Seperti malam-malam jum'at biasanya, tepat jam delapan malam aku kirimkan deretan sms yang mengajak mereka untuk duduk melingkar barang setengah jam. Tapi tak seperti biasanya, malam ini sangat minim balasan. Dari 13+10 orang, hanya 1+2 orang yang merespon.

Mereka tahu tidak ya?
Bahwa orang yang mereka anggap kakak mereka ini melakukan segala cara untuk mendengar jawaban "iya" dari mereka.
Bahwa orang yang terlihat punya waktu luang ini, setiap malam jum'at sibuk merasa khawatir akan hadir atau tidaknya mereka di lingkaran esok harinya.
Bahwa orang yang tidak sanggup untuk marah ini sejatinya manusia juga, bisa kecewa, bisa putus asa.
Bahwa orang-orang ini (tidak hanya satu) sudah berkorban banyak untuk sekedar bisa melihat senyuman mereka di setiap pekannya.

Mungkin ini alasan mengapa "membina" tidak semudah yang dibayangkan. Hanya orang-orang berhati luas saja yang bisa bertahan.

Aku kenal baik seorang adik, yang bahkan rela keliling kelas membagi-bagikan snack pada adik binaannya di sela-sela kesibukannya. Untuk apa? Untuk mendatangkan mereka ke lingkaran syurga yang berlangsung hanya 30 menit sampai 1 jam setiap pekannya. Apa balasannya? Sebagian hadir, sebagian tetap tidak ada kabar. Lalu apa yang dia lakukan? Dia tersenyum seharian, bahagia karena akhirnya setengah kelompok bisa hadir.

Menyedihkan? Tidak, ini mengharukan.
Bahwa ternyata memang benar, yang lemah adalah yang paling mencintai. Yang paling mencintai-lah yang akan rela melakukan segalanya. Lalu, sudahkah aku melakukan segala hal untuk mereka?

Bismillah, mohon doanya agar saya dan kawan-kawan dapat terus memperbaiki diri dan istiqomah menjadi mentor. Karena sungguh, amanah ini bukan amanah yang ringan.

Mungkin segala ujian ini juga karena diri saya yang belum pantas dan bergelimangan dosa..
Share:

0 komentar:

Posting Komentar