Sabtu, 26 Desember 2015

Hai pejuang 21, aku rindu!

Malam ini aku sedikit berdiskusi dengan seorang adik yang hebat, yang aku banyak belajar darinya. Dan dari segala kisahnya, sukses membawaku pada kisah tiga tahun yang lalu. Saat aku dipertemukan dengan orang-orang luar biasa dalam satu barisan kepengurusan.

Tidak, kepengurusan angkatan kita jauh dari kata sempurna. Namun segala ketidaksempurnaan ini, menjadi kenangan yang lebih dari sempurna bagiku.

Jika ada yang bilang angkatan kita damai, salah besar! Masih terpatri jelas saat-saat perang dingin ikhwan-akhwat selama berbulan-bulan dan bahkan hampir seluruhnya memilih untuk mencari "rumah" baru. Padahal itu masih di awal kepengurusan bukan? hahaha. Saat itu aku berpikir, peduli amat angkatan kita hancur, yang penting generasi setelahnya ga boleh hancur. Tapi Allah berkata lain, dengan bantuan alumni yang luar biasa bijak, kita kembali dipersatukan sebagai satu super team #eaaa (akhwat, lupakan adegan dimana kita ingin lempar helm ke mereka dari balik hijab ya)

Jika ada yang bilang angkatan kita anti baper, salah juga! Tapi alhamdulillah, kita tidak terlahir di zaman dimana kata baper jadi sesuatu yang negatif bahkan berujung maksiat. Kapan lagi liat ikhwan ngegalau bikin status fb pas mau sertijab? Butuh screenshootnya? haha. Hmm, bahkan kabarnya ada yang menitikkan air mata gitu pas sertijab. Sayangnya yang ini kurang bukti :(

Jika ada yang bilang angkatan kita teratur, BOHONG INI SEMUA BOHONG! Kalian harus tahu betapa ngeselinnya rapat-rapat kita yang ga kondusif karena belum dapet ide. Ikhwan-ikhwan dengan santainya ga nyahut karena ketiduran di balik hijab dan harus ada yang beli bacol dulu biar melek (maklum, bacol sriwijaya itu terbaik di zamannya). Akhwat-akhwat yang harus ditegur dengan "assalamu'alaikum akhwat" biar fokus lagi. Tapi... aku masih ingat rapat-rapat kita yang penuh semangat, sampai dimarahin Pak ****** karena bikin ga khusyu shalat cenah. Wow, aku rindu sekali suasana rapat kita, meski novia tetap diam hingga akhir hayat (piss, novia piss), novia tetap ikut tertawa bersama kita.

Jika ada yang bilang angkatan kita ga so sweet. Hmm, ada benernya kali ya. Tapi entah mengapa kita dianugerahi adik-adik yang sweet banget. Adik-adik yang kerjaannya kepoin rapat pengurus tiap minggu sampe bikin ikhwannya kesel. Adik-adik yang padahal udah diusir, malah balik lagi bawa kue sambil bilang "Nih, kita mah baik udah diusir akang-teteh juga malah ngasih kue. Makanya jangan galak-galak". Dan tak lupa, mereka adik-adik hebat yang bikin kita nangis hebat pas sertijab dengan "surprise"nya yang bikin NI banjir air mata, sampai-sampai Dzihni Andiasari melambaikan tangan ala uji nyali sambil berkata "Udah... Udah... Udahan atuh kalian jahat banget sampe segininya" sembari menangis sesenggukan layaknya mau disuntrungin ke solokan tangga 99 (piss, jih piss)

Jika ada yang bilang angkatan kita angkatan wacana, EMANG BENER! Apaan kita mah wacana banget mau reuni juga. Alhamdulillah sih, taun ini terlaksana juga meski gara-gara ga mau kalah sama angkatan bawah yang sukses reunian plus foto (huh). Tapi ajaibnya, bersama kalian aku yakin, bahwa Allah akan selalu selamatkan agenda kita yang terancam garing haha. 

Masih banyak poin ketidaksempurnaan yang kita miliki, tapi.... aku bangga bisa lahir di tahun yang sama (atau mungkin hampir sama) dengan kalian. Meski jalan dan prioritas yang kita ambil sekarang sudah berbeda, kekagumanku pada kalian tetap belum memudar.

Sama seperti dulu, saat kita mulai membagi amanah di sekolah, kita sama-sama belajar untuk paham, dimanapun kita berada, disitu kita harus tetap menjunjung tinggi agamaNya. Dan tak ubahnya dengan kita sekarang, dimanapun kita berada, semoga kita selalu diliputi kebaikanNya, aamiin.

Tak terasa sudah tiga tahun kita mengambil jalan yang berbeda. Dan malam ini aku tertawan rindu akan nafas perjuangan kita dahulu. Kalian orang hebat, aku masih tak sabar menanti wajah-wajah kalian muncul di layar televisi sebagai calon presiden, anggota legislatif, penemu alat canggih, penggagas ide hebat, relawan kemanusiaan atau bahkan seorang ibu rumah tangga yang menginspirasi. Ah, jadi apapun kita, tetaplah menjadi baik, kawan..

Bersamaan ini juga aku mau minta maaf sebesar-besarnya. Aku sadar dulu banyak memakan korban karena temperamen yang cukup sering tak terkendali. Semoga masih bisa dimaafkan ya hehehe.

Sampai jumpa di ujung skenario, kawan. Syurga masih jadi destinasi kita bukan? Semoga perjalanan kita diberkahi hingga masa istirahat nanti. Sekali lagi terimakasih telah menjadi sepotong episode yang sempurna dalam hidupku :)
Share:

Selasa, 22 Desember 2015

Kebun Bungaku

Ada tiga macam bunga yang tumbuh di kebunku, bunga mawar, melati dan dahlia. Ketiga bunga ini tumbuh dengan begitu cantiknya sehingga membuat banyak orang jatuh cinta dengan keindahannya.

Aku dan teman-temanku sayang sekali dengan bunga-bunga ini. Kami rawat dan kami pupuk setiap harinya, tak lupa mereka tumbuh kuat dengan bantuan hujan yang turun.

Ketiga bunga ini tumbuh berdampingan setiap harinya, membuat kebun bungaku semakin indah dipandang.

Kau tahu? Setiap kali aku memandang kebun bunga ini, aku selalu ingat pada tiga hal penting dalam hidup.
Merahnya mawar mengingatkanku pada keberanian, putihnya melati menyadarkanku pada kesucian hati serta warna-warni dahlia mengajarkanku tentang kebahagiaan.
Dalam hatiku, ada keyakinan bahwa ketiga bunga ini tak akan pernah layu. Mungkin kelopaknya akan gugur suatu hari, tapi akan selalu ada bibit baru yang menggantikannya. 

Bunga-bungaku, terimakasih telah tumbuh seindah ini.
Share: