Kamis, 24 September 2015

Selamat Milad?

Haha, mungkin judul postingan ini harusnya "menyenangkan diri sendiri" kali ya. Sebenernya bukan maksud jadi fakir ucapan, kado, dsb. Hanya saja momen yang orang sebut "milad" ini selalu berhasil membangkitkan kenangan untukku.

Jujur sih, tahun ini bisa dibilang paling "flat", paling ga ngeharepin apapun itu (padahal tiap taun juga gitu). Tapi itu semua bukan tanpa alasan. Yaa begitulah, aku rasa tahun ini aku sendiri sedang merenggangkan banyak hubungan "persahabatan". Aku sedang belajar untuk tidak mengharapkan apapun dari manusia jenis apapun. Juga ingin tahu, sebenarnya apakah hubungan yang kita jalin selama bertahun-tahun ini apakah memang karenaNya atau bukan.


Teringat pada umur 17 tahun. Saat itu Allah berikan kesempatan untuk sedikit berbagi kebahagiaan di rumah, yaa sekedar makan bareng akhwat rohis tiga angkatan. Kau tahu? Aku bahagia sekali saat itu. Bukan karena bingkisan yang aku dapat, tapi karena ada satu momen yang selalu kuingat. Saat itu kalian dengan hebohnya mengikatku dengan tali sedemikian rupa dan nyanyikan lagu Jalan Kehidupan plus Mars keluarga kita. Anehnya, kok malah kalian yang berurai air mata? :")
Saat itu ada sebuah keyakinan muncul, bahwa nyantanya.... ada cinta untukku. Videonya masih ada lho, dan aku masih tak sanggup menontonnya lagi.


Dua tahun lalu... Kebahagiaan memang seringnya hadir dalam bentuk sesederhana mungkin. Sesederhana novia yang tiba-tiba minta ajarin bikin poster (padahal jelas ini skenario). Sesederhana tiba-tiba langit ngajak ke ciburuy yang akhirnya ke kota baru jalan-jalan ga jelas. Sesederhana tiba-tiba santi+dzihni jatuh dari motor. Sesederhana kalian yang tiba-tiba kasih sebuah scrapbook yang isinya bikin baper menahun, mana ada surat dari ummi lagi ToT Lalu aku bisa apa kalau inget ini? Cuma bisa berharap kalian baik-baik aja, berharap kalian juga disibukkan dengan agenda-agenda di jalanNya. FYI aja, aku udah ga berani berharap bisa kumpul lagi deh, beneran. Mungkin hanya pernikahan dan kematian seseorang aja yang bisa ngumpulin kita lagi :')

Lalu tahun lalu.... Hmm, kalau yang ini agak beda kisahnya. Karena baru pertama kali dikasih kejutan yang bener-bener mengejutkan dan jadi pikiran sejak H-3 -____- Bidadari-bidadari kecilku ini memang sangat spesial, entah gimana caranya mereka bisa bikin panik sepanik-paniknya. Pas tragedi mereka katanya susah payah nahan ketawa, lah aku justru susah payah nahan diri biar ga terjun dari lantai 2 *lebay*. Yap, fyi lagi, aku ga rela kalau kejadian itu beneran terjadi. Ga rela di awal kepengurusan kalian udah berantem kaya gitu, hih. Tapi so sweet ya kaya di film film, kalian ujug-ujug bikin tulisan "HAPPY BIRTHDAY" dari lapangan, terus aku yang liat dari lantai 2 langsung duduk lemas saking lega karena ini semua hanya skenario haha. Aku tahu mungkin ini egois, tapi ya kok aku sayang banget sama kalian :") Sekarang kalian udah pada mau lulus, udah mulai sibuk luar biasa dan jarang ke mesjid. Dan aku mulai.... kehilangan. Tapi tak apa, kehilangan adalah rutinitas yang bisa dipastikan aku rasakan setiap akhir periode. Semoga Allah berikan hati yang lebih ikhlas untuk melepas kalian nantinya :")))

Mungkin 3 event itu yang paling berkesan kali ya. Meski tahun ini mungkin aja akan dihadiahkan berbagai kehilangan. Tapi bukankah semua ini memang milikNya? Maka wajar saja...

Ah, rindu sekali. Belum lagi tahun ini bapak sama ibu lagi di Tanah Suci, makin aja ngerasa sepi..

Nah kan baper. Beginilah, nostalgia ga akan pernah jadi solusi, tapi setidaknya aku yakin bahwa masih ada cinta. Kalau bukan sekarang, ya setidaknya dulu. 

Karena kata "setidaknya", mungkin bentuk syukur yang paling sederhana dari diri ini.

Barakallahu fii umrik, angka 21 sudah hadir. Berapa kali increment lagi yang bisa didapat? No one knows :")
Share:

0 komentar:

Posting Komentar