Sabtu, 22 Agustus 2015

Momen perbaikan

Kami kesal hari ini. Mungkin tepatnya, kecewa...
Dan saya kesal kenapa saya masih bisa merasakan kecewa sebagai pertanda tak tercapainya harapan, padahal saya tahu jelas, berharap pada manusia itu mustahil bisa membahagiakan.

Hari ini mereka memang tersenyum, tapi jelas hati ini merasa ada yang salah. Kemana mereka?
Nampaknya ada identitas dan prioritas yang harus dipertanyakan.

Kami ingin marah. Tapi kami tahu ini semua tak ada gunanya karena "saudara" tidak seperti itu.

Astaghfirullah, jagalah hati ini dari berbagai prasangka ya Allah..
Sampai jumpa dalam momen perbaikan, kawan.

Share:

Selasa, 11 Agustus 2015

Catatan Perjalanan : Anti Wacana "Backpacker" Bandung - Jogja (part 2 -end)

Oke, kita lanjut ke kisah berikutnya ya!
*Baca part 1 di : http://kamandeu.blogspot.com/2015/08/catatan-perjalanan-anti-wacana.html

Teman perjalanan melintasi gunung dan lautan

Setelah kalibiru berhasil dicapai dan puas foto-foto disana, kita mulai bergerak lagi menuju gua kiskendo. Setelah tanya-tanya sana sini ternyata jarak ke kedung pedut lebih deket daripada ke gua kiskendo. Backpacker-an berarti siap menghadapi ketidakpastian bukan? haha

Akhirnya karena kita males pakai GPS, ngikutin saran dari orang-orang sana aja. Sebenernya ada jalan menuju gua kiskendo yang lebih dekat dari kalibiru, tapi katanya jalannya curam. Saya sarankan buat yang mau ke kedung pedut ikutin aja jalan keatas itu, karena jauh lebih dekat. Kalau turun lagi ternyata jalannya jauuuh banget, bagai melintasi gurun dan samudra (maaf alay). Tips 4 : Jangan takut mencoba, semangat!

Oh ya, sekedar selingan, orang-orang di kulonprogo itu ramah-ramah ya :") Kita sebagai turis domestik dibikin kagum terus sepanjang jalan. Jadi jalan menuju kedung pedut itu masuk ke pedesaan yang rumahnya masih jarang-jarang gitu, mayoritas penduduknya kerja sebagai petani. Jalanan menuju sana masih sepi, motor juga cuma beberapa yang lewat. Kebanyakan anak-anak sekolah yang naik sepeda gitu. Lucu deh, ngeliatnya jadi senyum-senyum sendiri. Dikala di negeri Cimahi anak SMA sibuk dengan hape ipon terbaru, anak-anak di kulonprogo masih bisa bercanda bersama sahabat-sahabatnya sambil mengayuh sepeda ontel. Aku dan partner perjalananku bersyukur masih bisa lihat pemandangan kaya gini.

Hati-hati ya berkendara kesana, jalannya mulus kok, tapi tanjakannya ga nahaaan! Pas turunnya sih yang lebih ga tahan, sampe sampe tahan nafas gitu berharap bisa mengurangi beban, haha. Tips 5 : Nggak usah cape-cape nahan nafas pas turunan, nggak ngaruh. Dan jangan aneh juga, patok patok menuju kawasan kedung pedut masih jarang, jalanan semakin sepi dan orang-orang disana full pakai bahasa jawa. Mau nanya-nanya jalan kadang masih ragu, karena takut ngobrol pakai bahasa kalbu.

Setelah satu jam berkendara, akhirnya kita sampai juga di kedung pedut. Awalnya sih hopeless, abis sepanjang jalan sungainya lagi pada kering gitu. Eh pas semakin jauh jalan, mulailah tumbuh harapan karena suara air mulai terdengar. Semakin turun lagi, mulailah terlihat air terjun yang berwarna biru dari kejauhan. 

Kedung pedut dari kejauhan
Pas liat ini udah mulai speechless karena pertama kalinya liat air biru kaya gitu dari kejauhan. Pas semakin mendekat, semakin terbengong-bengong karena kedungnya baguuus banget. Meski lagi kemarau dan airnya agak surut, tapi warna birunya tetap mencuri perhatian.




Bagus khaand? Pas kita kesini pengunjungnya bisa dihitung jari dan pulang sebelum kita sampai, akhirnya berasa punya berdua deh haha. Oh ya, tiket masuk ke kedung pedut ini 6K per orang dan parkir 2K :)

Setelah puas main dan foto-foto tentunya, kita break dzuhur dulu. Didekat sana ada mesjid kok. Barulah setelah istirahat sejenak, kita langsung tanya-tanya jalan menuju gua kiskendo. Kata mas-mas disana sih "Deket mbak, cuma 3 km dari sini". Iya sih lumayan deket, tapi jalan semakin nanjak dan..... sepi. Tapi sekali lagi, kita kan ceritanya lagi backpackeran, masa berhenti tengah jalan haha.

Ada kisah menegangkan di tengah jalan. Motor tiba-tiba mati pas turunan. Dan tidak mau menyala lagi. Udah deg-degan tuh sebenernya, tapi mengingat motor matic emang suka gitu jadi berusaha untuk tenang. Yap, disinilah peran partner perjalanan. Untungnya partnerku ini nggak panikan, kita malah nyemangatin motornya. Alhamdulillah, setelah istirahat sepuluh menit, motornya bisa nyala lagi :")) Nggak jadi ngetok-ngetok rumah warga buat numpang nginep deh, haha. Tips 6 : Jangan panik! Tenang dulu, berdoa dan coba selesaikan masalah perlahan.

Dilanjutlah ke gua kiskendo, tapi kok sepi ya? Ah mungkin cuma perasaan aja. Pas masuk disambut oleh ibu-ibu pedagang di kios dekat sana. Bayar tiket cuma 3K per orang dan parkir 2K. Lalu masuklah kita ke dalam, tempatnya sejuk dan masih terbilang rapi sih. Tapi ada kejadian lucu disini. Pas kita mulai masuk ke pintu masuk gua nya, ada yang nggak beres. Gua nya gelaaaaap banget, horor lah. Mana bonus kelelawar terbang sana sini lagi. 

Pintu masuk menuju Gua Kiskendo

Bagian depan Gua Kiskendo

Setelah maju mundur, aku yang penakut sangat hati-hati ini, nggak mau masuk ke dalam haha. Ternyata orang-orang yang kesana juga nggak berani masuk, cuma duduk-duduk aja di pondok.

Ini gua paling berkesan, karena paling susah ditempuh tapi paling bikin surprise gara-gara nggak bisa masuk. Padahal udah ngebayangin mau caving gitu :""))

Setelah dari sana, kita menuju waduk sermo. Tapi sekali lagi : backpacker-an berarti harus siap dengan ketidakpastian. Jalan menuju waduk sermo nggak terdeteksi GPS, akhirnya setelah diantar oleh mas-mas yang baru pulang kerja (baik banget emang orang jogja ini), kita memutuskan untuk langsung ke pantai glagah. Sekitar 10 menit awal jalannya masih batu-batu gitu dan luar biasa sepi, agak ngeri juga. Tapi alhamdulillah kesananya mulus lagi, ramai pula.

Tiket masuk ke pantai glagah ini 4K per orang dan 3K untuk parkir. Setelah shalat ashar, kita langsung menuju dermaga pantai glagah. Alhamdulillah, Allah Maha Sempurna. Matahari yang bersiap untuk sembunyi terlihat sangat gagah saat itu. Pantai disana emang bukan untuk berenang, ombaknya tinggi dan anginnya kencang. Tempat yang sempurna buat mengagumi KeagunganNya.

Sunset Pantai Glagah

Tempat instagramable di Pantai Glagah

Rencananya sih jam 5 maunya udah pulang, tapi apa daya, keindahan sunset disana bikin kita lupa diri. Setelah memaksa diri, akhirnya jam setengah 6 kita beranjak dengan berat hati.

Di perjalanan pulang kita sempet nyasar, mana jalanan gelap banget pula. Alhamdulillah, tetap bisa sampai ke pusat kota jogja lagi sekitar jam 8 malam. Tips 7 : Jangan asal nebak jalan kalau nggak tau, ikutin GPS aja biar aman. Dari sana, tenaga kita masih nyisa nih. Akhirnya kita kejar lah kuliner mblusuk yang katanya hits di jogja, namanya Bakmi Mbah Mo. Lokasinya di Desa Code, sekitar 30 menit dari Malioboro. Mblusuknya beneran mblusuk lewat sawah dan hutan, tapi.... yang makan disana banyak yang bermobil mewah, menandakan kalau tempat makan itu emang ngehits. Harga bakmi disini 17K dengan rasa yang mantap!

Bakmi Mbah Mo
Yap, berakhirlah malam terakhir kita di Jogja dengan kisah yang amat manis. Esok harinya kita jalan-jalan di dalam kota, mengingat harus sudah menuju stasiun jam 12 untuk pulang ke Bandung.

Setelah sarapan Gudeg Yu Djum (finally), kita menuju Museum Benteng Vredeburg. Lokasinya setelah Pasar Beringharjo. Tiket masuknya hanya 2K dengan koleksi diorama yang bikin melek sejarah. 

Dari museum, kita lewat malioboro lagi untuk beli oleh-oleh. Yap, perjalanan kita di jogja berakhir juga. Kita berangkat dari losmen pukul 12,30 menuju stasiun Lempuyangan untuk naik Kereta Pasundan Express pukul 14.00. Di kereta, kita LDR-an beberapa jam karena kepisah duduknya, akhirnya ngungsi deh ke gerbong kantin haha. Kereta ekonomi sekarang udah full AC dengan tiket 100K. Tapi penuuh banget..

Pukul 23.19 kita sampai di Stasiun Kiaracondong. Resmi sudah perjalanan kita ini berakhir dengan banyak memori indah dan tentu saja dengan membawa semangat yang baru untuk kembali mengurusi hidup yang rumit ini, haha.

Terimakasih jogja! Meski hanya tiga hari tapi bener-bener dapat pengalaman luar biasa dari pedalaman jogja. Apalagi pengalaman merasakan langsung keramahan orang kulon progo yang bahkan selalu nyapa duluan di jalan meski nggak kenal. Belum lagi dengan ketertiban masyarakatnya di lalu lintas, aaaah rasanya ingin punya tempat tinggal disana :"

Dan tak lupa untuk partner perjalananku... terimakasih banyak. Terimakasih untuk tidak mengurungkan niat untuk tetap berangkat meski hanya berdua. Maafkan kalau aku terlalu banyak bicara dan mengeluh sepanjang perjalanan. Ah, semakin bertambah rasa syukurku karena bisa lebih mengenalmu lewat perjalanan ini. Semoga nggak kapok yaa, sampai jumpa di perjalanan berikutnya!
Meski malu kuucapkan, tapi... ana uhibbuki fillah <3 p="">

Tips terakhir yang paling penting : Pastikan partner perjalananmu ikhlas jalan-jalan sama kamu.


Berikut rincian cost 3d 2n di Jogja :


Share:

Senin, 10 Agustus 2015

Catatan Perjalanan : Anti Wacana "Backpacker" Bandung - Jogja (part 1)

Destinasi backpacker 3d 2n di jogja

Bermula dari wacana ingin rehat dari urusan hidup yang sudah semakin rumit, akhirnya jadi juga kita berangkat backpackeran. Awalnya nggak kepikiran jogja, malah inginnya ke lumajang atau bahkan kepikiran keliling jakarta aja deh daripada wacana beneran cuma wacana -_-

Saat itu cuma kepikiran "pokoknya harus jadi pergi, entah sama siapa aja atau kemana, pokoknya harus pergi". Alhamdulillah, meski tadinya yang mau ikut berempat, endingnya cuma berdua. Tapi luar biasa, Allah justru kasih partner yang sangat baik untuk perjalanan 3 hari ini. Partner yang nggak gampang panik, nggak pernah ngeluh dan jago baca peta. Apalah daya diri ini yang buta arah jika tidak diingatkan "Teh, 500 meter lagi belok kanan". Kalimat itu masih terngiang-ngiang sampai sekarang, haha.

Oke, jadi dua minggu sebelum berangkat, kita (tepatnya aku yang nggak bisa tenang kalau belum bikin plan) udah siapin itinerary dan baca-baca catatan perjalanan orang. Cost perjalanan juga udah dihitung, termasuk lokasi-lokasi yang mau dikunjungi, penginapan, sewa motor, dsb. Tips 1 : plan kaya gini tetep penting, minimal perhitungkan baik-baik rencana perjalanannya, jadi pas sampai di kota tujuan udah tau mau kemana aja dan sudah siap akomodasinya. Kalau udah siap gitu kan enak, tinggal siap-siap buat jelajah kota.

Kita berangkat pukul 07.20 dari Stasiun Bandung dengan kereta Lodaya Pagi. Kita terpaksa beli tiket kelas Bisnis karena kehabisan tiket kelas Ekonomi. Tips 2 : Beli tiket kereta api dari jauh-jauh hari. Karena untuk seorang backpacker, 20 ribu juga sangat berarti. Keretanya nyaman, toiletnya juga bersih, banyak bule nya juga (ya terus kenapa). Dan pelayanan petugasnya juga ramah. Oh ya, harga tiket kelas bisnis termurah 140K, ekonomi 100K. Nggak jauh beda ya? Tapi kalau dari aku prefer kelas Bisnis karena lebih nyaman dan lebih cepat sekitar 2 jam dari kelas ekonomi. Yap, dengan syarat beli tiketnya harus dari jauh-jauh hari ya biar nggak kehabisan.

Yeah, Finally setelah 8 jam perjalanan, akhirnya kita sampai pukul 15.20 di Stasiun Tugu Yogyakarta. Excited banget karena masih nggak nyangka aja kita berdua bisa menjadikan wacana jadi kenyataan, haha. Setelah shalat, kita langsung hubungi penyewa motor yang sebelumnya udah kita kontak untuk sewa motor selama dua hari. Di jogja kayanya udah nggak aneh ya delivery motor sewa kaya gini, jadi kita tinggal nunggu orangnya sampai di Stasiun Tugu, lakukan pembayaran dan administrasi lainnya, lalu cuss deh cari penginapan. Harga sewa motor ini 70K/hari. Kita sewa dua hari untuk keperluan jelajah kota karena memang lebih efisien pakai motor dibanding harus naik bis berkali-kali mengingat destinasi kita lumayan jauh dari pusat kota Jogja.

Oh ya! Backpackeran kita kali ini didukung penuh oleh Waze, sang penyedia layanan GPS terbaik haha. Dibantu dengan waze, akhirnya kita menuju jalan Sosrowijayan yang disebut-sebut sebagai kampung turis karena semua jenis losmen ada disana, khususnya yang murah-murah. Sebelumnya kita punya rencana untuk menginap di Hotel Indonesia Jl, Sosrowijayan no,9, tapi karena kedodolan aku yang males booking ulang, akhirnya kehabisan kamar -_- Tips 3 : Jangan malas cari info dan booking hotel. FYI, Hotel Indonesia ini tergolong murah (banget). Harga termurah permalamnya 70K, termahal 210K (AC). Tapi alhamdulillah, di depan hotel ada bapak-bapak yang bantuin cari hotel lain. Setelah survey, diputuskanlah untuk menginap selama dua hari di losmen Nuri. Losmennya walau sederhana tapi bersih dan nyaman, kita pakai yang double bed dan kamar mandi dalam seharga 125K semalam.

Losmen Nuri Jl. Sosrowijayan

Setelah sampai di losmen, istirahat sejenak untuk membersihkan diri. Ba'da Isya keluar lagi untuk cari makan di daerah malioboro. Sejak baca peta dari yogyes udah ngeceng gudeg Yu Djum yang tenar itu, tapi gudegnya habis :( Akhirnya tetap makan malam di Jl.Dagen, lumayan banyak lesehan yang nyaman di Jl.Dagen itu.

Malam menjelang, lalu setelah jalan-jalan di Malioboro kita pulang ke losmen, ceritanya hemat tenaga untuk esok hari. Oh ya, dalam dua malam itu kita selalu rencanakan perjalanan kita untuk esoknya, semacam briefing gitu deh. Dan tak lupa juga untuk membahas "mereka" sebagai penghangat suasana.

Plan yang kita buat malam itu adalah : Berangkat subuh ke prambanan untuk lihat sunrise - waduk sermo - kalibiru - gua kiskendo - kedung pedut - pantai glagah. Destinasi kita memang kulonprogo dari awal, mengingat daerah lain sudah mainstream, jadi kita mencoba jadi backpacker anti mainstream gitu deh.

But you know lah ya, suatu saat plan akan tetap sekedar menjadi plan. Kita baru berangkat pukul 05.30, akhirnya lihat sunrise depan losmen. Kita langsung menuju prambanan saat itu, dan sampai sekitar pukul 06.30. Tapi... kita nggak jadi masuk karena nggak begitu tertarik. Cukup jalan-jalan aja dan check in path -_- Lucunya kita malah nongkrong di sebrang kandang rusa, nontonin rusa hidup yang mirip patung karena jarang gerak.

Setelah itu, kita langsung bersiap menuju wates, kulonprogo. Perjalanan kesana memakan waktu sekitar 1,5 jam (karena dari prambanan). Jalannya mulus, tapi jalan menuju kalibiru agak sempit dan agak curam. Selain itu sepiiii banget. Oh ya, kita sempatkan diri untuk sarapan Soto Pak Imo di wates (asli deh, jalan-jalan bikin lupa makan). You know what? Sotonya enak dan murah, haha. Seporsi soto daging cuma 9500 rupiah. Padahal tempat makannya lumayan besar dan banyak cabang, kalau di bandung sih pasti udah rate 25K keatas :"

Soto Pak Imo

Perjalanan ke waduk sermo kita batalkan mengingat ternyata lebih dekat ke kalibiru. Jalannya sepiii banget, hati-hati dengan kendaraan dari arah berlawanan karena kadang nggak keliatan. Tapi yang bikin kita salut, jogja ini luar biasa penataan lokasi wisatanya, jalanan mulus jadi nggak perlu khawatir berlebih. Meski menyeramkan pas turun tanjakan, hiiii.

Selama di perjalanan disuguhkan pemandangan hutan yang keren, sejuk pula. Tapi sekali lagi... sepi. Untunglah partner perjalananku setia mendengarkan segala ocehan yang tak penting itu :"

Jalan menuju kalibiru


Sebenarnya ada dua jalur menuju kalibiru, tapi waze berkata bahwa jalur sentolo itu lebih cepat daripada harus melewati waduk sermo dulu. Dari RM Soto Pak Imo menuju kalibiru hanya sekitar 25 menit kok.

By the way, kalibiru itu masih agak asing di telingat kita. Kita memantapkan tekad untuk kesana setelah baca-baca review orang. Ini nih fotonya :

Tempat instagrammable di kalibiru

Indah banget kan? Awalnya kita ingin ikutan foto juga diatas dipan itu, tapi karena satu dan lain hal akhirnya kita mengurungkan niat dan cukup menikmati pemandangan yang luar biasa indah. Waduk sermo terlihat gagah dari kejauhan, langitnya cerah, udaranya sejuk, pokoknya keren deh! Untuk masuk ke kawasan wisata kalibiru hanya butuh 5K untuk tiket masuk dan 2K untuk parkir. Kalau mau foto diatas bayar lagi 10K. Disana juga ada flying fox dan beberapa game outbound lainnya.

Oh ya, di daerah kalibiru ini juga disewakan pondok-pondok. Denger-denger rate harganya sekitar 150K-250K semalam. Bisa untuk lima orang deh kayanya. Pokoknya asique kalau bisa dapet sunrise atau sunset disini :"


Nah untuk kisah-kisah selanjutnya di kedung pedut, gua kiskendo, pantai glagah beserta rincian costnya akan diposting selanjutnya. See you ^_^

Share: