Sabtu, 23 Agustus 2014

Hanya untukmu, Laa Tahzan.. [Part 1]

Assalamu'alaikum.wr.wb

Tak terasa ya, sudah 8 bulan kita bersama. Bukan, bukan sudah berapa lamanya, tapi tinggal berapa lama yang selalu jadi bahan pikiran untukku. Bersama kalian itu menyembuhkan, menenangkan. Ya meski tak jarang ada hal-hal yang terpaksa menambah beban pikiran, tapi tetap tak bisa mengubah fakta bahwa aku amat mencintai kalian. Entah sejak kapan aku menikmati dinamisnya amanah ini, amanah berat untuk senantiasa menjaga kalian. Padahal jika bisa bilang, diri ini pun masih compang camping, tidak pantas untuk disebut seseorang yang bertugas membimbing kalian. Toh pada akhirnya, aku juga yang belajar banyak hal dari kalian :')

Kalian tahu? Awalnya aku takut untuk kembali, takut salah langkah lagi. Takut kehadiranku malah akan menumbuhkan luka nantinya. Tapi... aku jatuh cinta pada kalian. Aku selalu jatuh cinta dengan semangat kalian untuk berubah. Aku rasa, aku menemukan suatu lingkungan yang hilang. Iya, kalian mengingatkanku pada saat-saat 'muda' dulu. Saat baru belajar dan mengenal keluarga ini, HKPI.
Maka sejak pertemuan pertama yang tidak disengaja itu, aku memutuskan untuk tetap tinggal. Bahkan tidak sekedar tinggal, tapi fokus melakukan renovasi besar-besaran di 'Rumah' ini bersama beberapa orang sahabat lainnya.

Senyum kalian itu menghangatkan.
Tawa kalian itu menyembuhkan.

Terkadang, untuk jadi mentor kalian itu berat. Aku butuh meyakinkan diri berkali-kali untuk percaya diri. Dan tahukah apa yang menjadi godaan terbesar? Aku lebih ingin menjadi teman dekat kalian dibanding menjadi mentor kalian hehe. Kalian itu asik, serius. Siapapun yang menjadi mentor kalian juga bakal bilang gini kok. Maka dari itu, aku tidak begitu khawatir. Kedepannya, kalian pasti akan menemukan mentor yang akan sangat sangat jauh lebih baik dibanding aku.

Justru aku yang harusnya khawatir dengan nasib aku sendiri. Apa kabar aku tanpa kalian? :')

Akhir-akhir ini, aku agak canggung. Entah, ada satu gangguan yang bikin aku sering terpecah fokusnya ketika dalam kelompok mentoring. Satu hal ini bikin aku semakin yakin, bahwa kalian harus dapat mentor yang lebih baik. Dan memang tidak akan lama lagi, sang mentor hebat akan mendampingi kalian..

Oh ya! Sampai saat ini, aku masih heran kenapa aku bisa kembali lagi ke HKPI sepenuhnya. Yap, entah kalian tahu atau tidak, aku melepaskan semua amanah lain di kampus untuk bisa kembali. Ini tak mudah, mengingat banyak obrolan miring tentang aku disana. Ya wajar, siapa sih yang ga kesel ketika ada orang biasa yang tiba-tiba melepas amanah gitu aja? Banyak yang mengira aku ini lepas dari jalan dakwah, hehe. Padahal kenyataannya.... aku ada disini. Menikmati setiap saat melihat kalian tumbuh dan berkembang.
Kalian tahu kenapa aku bisa bertahan?
Karena dari kalian, aku lihat setumpuk harapan. Bahwa akan ada sekumpulan pejuang baru tak kenal lelah, yang akan rela berbagi pundak untuk meringankan beban di jalan ini. Allahu Akbar!
Aku harap, kalian tidak merasakan apa yang kami rasakan. Kami yang sempat lelah menanti sebuah generasi tangguh yang setidaknya rela berbagi pundak. Dan perasaan gagal akan mendidik sebuah generasi itu amat menyakitkan. Amat m-e-n-y-a-k-i-t-k-a-n. Ketika kalian tak bisa menemukan siapapun kecuali itu-itu saja atau dia-dia saja. Sedangkan dakwah ini, tidak bisa dijalankan jika hanya aku atau dia seorang.

See? Itu kenapa aku selalu bilang untuk kasih perhatian kecil kepada adik-adik kalian nantinya.

Setelah menjadi pengurus nanti, mungkin kalian akan melihat sisi kelam dari HKPI. Aku percaya, setiap generasi akan merasakan kesakitan yang berbeda dengan kedewasaan yang berbeda pula. Ada yang senantiasa bertahan, ada juga yang menghilang. Dan yang perlu diingat, itu semua adalah ujian.
Jangan menghilang ya, aku akan patah hati bertahun-tahun kalau melihat kalian menyerah :(

...to be continued..
Share: