Rabu, 11 Juni 2014

Izinkan aku bertanya

Malam ini, izinkan aku bertanya..
Meski aku tak tahu pasti akan terjawab atau tidak.

Aku ingin bertanya.
Apakah jatuh cinta itu sebegitu menyiksanya?
Apa jatuh cinta itu membuat lupa diri?
Apa jatuh cinta itu mengasyikkan?
Apa jatuh cinta itu membuatmu lupa akan hal lain selain sesuatu yang kamu sebut itu cinta?

Sahabat,
Dimana harga dirimu ketika kau mencari seribu cara untuk berkomunikasi dengan sang pujaan hati?
Dimana akal sehatmu ketika kau menikmati setiap hubungan yang tak seharusnya ada?
Dimana perasaanmu ketika kau justru malah mencari sang pujaan hati ketika orang tua dan sahabatmu justru selalu ada untukmu, sekacau dan seburuk apapun kondisimu?

Aku cemburu.
Seharusnya aku yang ada disisimu.
Seharusnya aku yang memberikan kata motivasi untukmu setiap harinya.
Seharusnya aku saja lah yang menghiburmu ketika kau berduka.
Seharusnya aku saja yang kau cari dikala kau butuh.
Namun apa daya, bahkan jika aku ada disampingmu berhari-hari tetap tidak akan sanggup mengalahkan jasa orang itu di matamu, yang bahkan hanya hadir sekian detik untukmu.

Kenapa dia?
Kenapa justru kau cari orang yang kau tahu persis bahwa itu bukan hak untukmu.
Kau pun tahu persis bahwa semua ini melanggar aturanNya.

Ya, aku cemburu.
Lalu aku bertanya, adakah persahabatan yang bertepuk sebelah tangan layaknya cinta?

Ah sudahlah, aku tetap menunggu disini.
Sampai kau sadar dari romansa dan labirin kisah semu yang kau bangun entah atas dasar apa.

Cepatlah kembali, kau tak layak disakiti.



Dari aku, yang bagaimanapun tak akan tinggal diam melihat sahabatnya disakiti.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar