Sabtu, 08 November 2014

Betapa teguran Allah begitu lembut

Subhanalllah, tiga minggu ini luar biasa. Lelah iya, sakit jelas. Sempat terlintas mundur sajalah, toh tanpa aku pun akan banyak orang lain yang turun menggantikan, toh tanpa aku pun semuanya akan baik-baik saja. Biarlah kali ini aku egois, mengikuti keinginan diri. Ingin terbang, lepas dari semuanya. Ingin memulai hidup yang baru, tanpa berbagai pikiran tentang amanah disana. Pasti asyik, pikirku.

Tak terhitung berapa malam dilewati dengan air mata, tanpa jelas apa dan mengapa. Tak ada tempat lari, tak ada tempat bersembunyi. Sungguh ingin pergi, tapi senyuman mereka terus menghantui. Mampukah aku melihat mereka terluka? Tidak, batinku.
Sekali lagi, aku memutuskan untuk bertahan..

Lalu segalanya menjadi lebih rumit, menguras pikiran dan perasaan. Bukan, bukan serangan dari orang lain yang membuatmu jatuh. Tapi kesakitan yang timbul karena orang-orang yang dicintailah yang kian menyiksa, karena aku tahu jelas bahwa aku tak sampai hati untuk sekedar berbicara. Berbagai prasangka mulai menyerang. Allah, aku ingin mundur saja..
Tapi tidak, tidak bisa. Seharusnya aku lebih kuat, ini bukan kali pertama. Lalu aku batalkan semua pikiran itu, ya, sekali lagi.
Sampailah pada satu titik dimana semuanya meledak. Dan tahukah?
Betapa aku malu.
Betapa teguran Allah hadir dengan begitu lembutnya..
Kata-kata ummi pagi itu masih belum bisa aku lupakan sampai sekarang. Ummi bilang..

"Bukan, bukan karena kalian yang tersisa. Bukan karena hanya ada kalian. Bukan karena kalian tidak pantas di tempat lain. Hanya saja Allah yang memilih kalian. Allah maunya kalian yang ada disana, bukan orang lain. Allah percayakan amanah ini pada pundak kalian."

Sakit ngga sih?
Malu ngga sih?

Betapa teguran Allah begitu lembut, simpel dan ngena di hati. Datang dengan cara yang tidak terduga..

Sesudah dengar kalimat itu rasanya langsung dapat sumber kekuatan yang jauh lebih besar. Bahwa kami tidak sendirian, ada Allah dan masih ada pasukan yang tersisa. Iya, sejatinya kita tak pernah benar-benar sendirian.Ada Allah.. Ada Allah..

Selama ini jungkir balik cari solusi. Padahal urusannya simpel, jauh sekali diri ini dariNya. Hitam dan kotor sekali hati ini..

Allah, aku malu..


*Lalu puter lagu edcoustic,
”..aku ingin mendekatiMu, selamanya, sehina apapun diriku..”
Share:

Sabtu, 23 Agustus 2014

Hanya untukmu, Laa Tahzan.. [Part 1]

Assalamu'alaikum.wr.wb

Tak terasa ya, sudah 8 bulan kita bersama. Bukan, bukan sudah berapa lamanya, tapi tinggal berapa lama yang selalu jadi bahan pikiran untukku. Bersama kalian itu menyembuhkan, menenangkan. Ya meski tak jarang ada hal-hal yang terpaksa menambah beban pikiran, tapi tetap tak bisa mengubah fakta bahwa aku amat mencintai kalian. Entah sejak kapan aku menikmati dinamisnya amanah ini, amanah berat untuk senantiasa menjaga kalian. Padahal jika bisa bilang, diri ini pun masih compang camping, tidak pantas untuk disebut seseorang yang bertugas membimbing kalian. Toh pada akhirnya, aku juga yang belajar banyak hal dari kalian :')

Kalian tahu? Awalnya aku takut untuk kembali, takut salah langkah lagi. Takut kehadiranku malah akan menumbuhkan luka nantinya. Tapi... aku jatuh cinta pada kalian. Aku selalu jatuh cinta dengan semangat kalian untuk berubah. Aku rasa, aku menemukan suatu lingkungan yang hilang. Iya, kalian mengingatkanku pada saat-saat 'muda' dulu. Saat baru belajar dan mengenal keluarga ini, HKPI.
Maka sejak pertemuan pertama yang tidak disengaja itu, aku memutuskan untuk tetap tinggal. Bahkan tidak sekedar tinggal, tapi fokus melakukan renovasi besar-besaran di 'Rumah' ini bersama beberapa orang sahabat lainnya.

Senyum kalian itu menghangatkan.
Tawa kalian itu menyembuhkan.

Terkadang, untuk jadi mentor kalian itu berat. Aku butuh meyakinkan diri berkali-kali untuk percaya diri. Dan tahukah apa yang menjadi godaan terbesar? Aku lebih ingin menjadi teman dekat kalian dibanding menjadi mentor kalian hehe. Kalian itu asik, serius. Siapapun yang menjadi mentor kalian juga bakal bilang gini kok. Maka dari itu, aku tidak begitu khawatir. Kedepannya, kalian pasti akan menemukan mentor yang akan sangat sangat jauh lebih baik dibanding aku.

Justru aku yang harusnya khawatir dengan nasib aku sendiri. Apa kabar aku tanpa kalian? :')

Akhir-akhir ini, aku agak canggung. Entah, ada satu gangguan yang bikin aku sering terpecah fokusnya ketika dalam kelompok mentoring. Satu hal ini bikin aku semakin yakin, bahwa kalian harus dapat mentor yang lebih baik. Dan memang tidak akan lama lagi, sang mentor hebat akan mendampingi kalian..

Oh ya! Sampai saat ini, aku masih heran kenapa aku bisa kembali lagi ke HKPI sepenuhnya. Yap, entah kalian tahu atau tidak, aku melepaskan semua amanah lain di kampus untuk bisa kembali. Ini tak mudah, mengingat banyak obrolan miring tentang aku disana. Ya wajar, siapa sih yang ga kesel ketika ada orang biasa yang tiba-tiba melepas amanah gitu aja? Banyak yang mengira aku ini lepas dari jalan dakwah, hehe. Padahal kenyataannya.... aku ada disini. Menikmati setiap saat melihat kalian tumbuh dan berkembang.
Kalian tahu kenapa aku bisa bertahan?
Karena dari kalian, aku lihat setumpuk harapan. Bahwa akan ada sekumpulan pejuang baru tak kenal lelah, yang akan rela berbagi pundak untuk meringankan beban di jalan ini. Allahu Akbar!
Aku harap, kalian tidak merasakan apa yang kami rasakan. Kami yang sempat lelah menanti sebuah generasi tangguh yang setidaknya rela berbagi pundak. Dan perasaan gagal akan mendidik sebuah generasi itu amat menyakitkan. Amat m-e-n-y-a-k-i-t-k-a-n. Ketika kalian tak bisa menemukan siapapun kecuali itu-itu saja atau dia-dia saja. Sedangkan dakwah ini, tidak bisa dijalankan jika hanya aku atau dia seorang.

See? Itu kenapa aku selalu bilang untuk kasih perhatian kecil kepada adik-adik kalian nantinya.

Setelah menjadi pengurus nanti, mungkin kalian akan melihat sisi kelam dari HKPI. Aku percaya, setiap generasi akan merasakan kesakitan yang berbeda dengan kedewasaan yang berbeda pula. Ada yang senantiasa bertahan, ada juga yang menghilang. Dan yang perlu diingat, itu semua adalah ujian.
Jangan menghilang ya, aku akan patah hati bertahun-tahun kalau melihat kalian menyerah :(

...to be continued..
Share:

Rabu, 30 Juli 2014

Sepucuk surat untuk seorang kakak

Malam itu, ketika mungkin orang lain kelelahan setelah seharian beraktivitas, aku justru bersiap mengendarai si merah, melawan angin dengan senyuman lebar. Aku tahu persis saat itu, bahwa momen yang akan terjadi bukan momen yang biasa. Bahkan bisa jadi, hanya terjadi setahun sekali.

Ya, seperti tahun-tahun sebelumnya, di akhir bulan ramadhan, seperti sudah menjadi kebiasaan untuk i'tikaf di masjid Habiburrahman PTDI Bandung. Aku tak perlu repot mengajak teman, karena selain ada ratusan orang disana, ada juga seseorang yang akan menyambut dengan senyuman hangatnya. Aku sebut dia 'teteh baik'.

Teteh ini memang bukan sosok yang asing untukku. Sejak dulu, aku memang sangat menginginkan kehadiran seorang kakak. Dan alhamdulilah, semenjak masuk SMA, ada banyak sosok kakak yang Allah titipkan, salah satunya ya teteh baik ini.

Jika bicara tentang teteh baik, aku yakin, yang akan orang lain ingat pertama kali adalah kelembutan dan kesabarannya. Memang benar kok, sampai sekarang pun aku masih terkesan dengan sisi kelembutan dan kesabaran yang ia miliki. Dan yang membuat beliau begitu spesial di mataku adalah bagaimana ia membuat orang di dekatnya merasa begitu spesial. Lihat saja, ketika ia hadir di suatu acara reuni, pasti orang-orang berebut untuk ada di dekatnya, memeluknya, bahkan melarangnya untuk dekat dengan yang lain. Ini tidak berlebihan, ya memang ini yang terjadi -_-

Kadang aku kesal, ketika aku sedang sangat merindukannya, orang-orang juga sibuk berebut ada di dekatnya. Huh, memang ini resikonya, merindukan orang yang juga dirindukan orang banyak haha. Akhirnya aku mengalah, menelan kerinduanku sekali lagi.

Seringkali aku marah tanpa sebab padanya dan mungkin juga tanpa ia tahu. Tapi beberapa saat kemudian, aku sadar bahwa tak sepantasnya aku bersikap egois. Lalu aku merasa bersalah, lalu seketika gagal lah rencana untuk 'sok marah' sama teteh baik, haha.

Pelukan teteh baik ini menyembuhkan, menenangkan. Ketika sedang ada masalah, kadang aku hanya ingin sekedar memeluknya. Tapi apa boleh buat, kesibukan teteh baik ini tak ada duanya. Sampai seringkali aku nyerah, berfikir bahwa jatah pertemuan di dunia sama teteh baik ini udah habis.

Inget masa-masa SMA dulu, teteh baik ini sosok kakak yang sempurna buat aku. Yang setiap dhuha selalu ada di mesjid, yang selalu siap nyambut kita dengan senyuman terhangatnya, yang selalu siap siaga ketika ada yang bilang ingin curhat, yang selalu siap bahu untuk sekedar menenangkan aku yang naik pitam atau sedang dirundung masalah, yang kerjanya selalu maksimal, yang kata-katanya penuh makna namun tidak menggurui, yang selalu sabar membimbing adik-adiknya, dan segala sikapnya yang tak pernah bisa aku lupakan.

Jika boleh bilang, aku sayang sekali sama teteh baik.

Siapa lagi kalau bukan teteh baik yang selalu absen kabar bapa-ibu-adik setiap kita ketemu? Siapa lagi yang kadang dengan ajaibnya bisa tau apa yang bakal aku ceritain? Siapa lagi yang dengan sabarnya ngehadepin aku yang lagi uring-uringan? Siapa lagi yang mau cape-cape telfon tiap jumat sore cuma buat tanya kabar aku? Siapa lagi yang malah bilang "maaf aku ga perhatian" ketika aku cerita tentang apa yang sedang aku alami?

Cuma teteh baik. Cuma teteh baik.

Sejatinya, kita memang tak pernah kehilangan. Karena apapun yang kita miliki di dunia ini adalah milik Allah bukan? Tapi kadang aku takut, takut ga bisa lagi liat teteh baik.

Oh ya, sampai sekarang aku masih punya pertanyaan besar yang mungkin ga bakal pernah terjawab.
Aku ini siapa buat teteh baik?
Hehe, aku malu untuk nanya. Karena aku cukup tahu diri untuk ga minta macem-macem lagi.

Teteh baik, terimakasih untuk segalanya ya. Terimakasih telah kembali dikala aku memang benar-benar merindukan sosok seorang kakak.
Maafkan aku, aku terlalu sering merajuk, egois tanpa mengerti kondisi teteh baik. Maaf, maaf, maaf..

Terimakasih untuk segalanya..

Doakan aku agar bisa membersamaimu, membalas jasa kebaikanmu.
Semoga ketika jatah pertemuan di dunia sudah habis, kita bisa kumpul di syurgaNya yaa, aamiin..
Aku mencintai teteh baik karena Allah. 


**************
Oh iya teteh baik!
Masih inget pas kemarin dijalan aku ngomong ga jadi?
Sebenernya aku mau bilang makasih banyak. Sesi curhat di akhir waktu itu bikin aku sadar dan bikin aku makin terharu. Aku kira teteh baik bakal menanggapi seperti tanggapan orang banyak, tapi ternyata teteh baik malah dukung aku. Ah, andai teteh baik tahu, dukungan kaya gitu berarti banget buat aku yang selama ini seringnya dengerin 'apa kata orang'. Makasih :')
Dan sebenernya juga pas di masjid, pas pagi terakhir, aku sekuat hati nahan tangis. Ga tau kenapa, aku pengen peluk dan bilang makasih.. Tapi aku malu, jadi pura-pura sibuk sendiri deh v--
Share:

Senin, 23 Juni 2014

HKPI Kongkows #2

Hai~
Seperti biasa, setelah ngalamin sesuatu yang luar biasa, harus segera ditulis biar suatu saat bisa panggil kenangannya lagi dengan meminimalisir lupa :)

Allah, Engkau Maha Baik..
Mengirimkan mereka dikala diri ini memang sedang compang camping.

Ah luar biasa hari ini. Alhamdulillah HKPI Kongkows #2 selesai dilaksanakan..
Sedih juga sih, ini acara ditungguin setaun tapi kerasanya cepet banget. Sampe pas pulang masih ga rela, masih mau sama mereka T^T

Dan entah kenapa sampe sekarang masih ngawang-ngawang, rasanya beneran sekilas banget. Banyak kejutan juga di akhir, jadi ga rapi nih kenangannya haha.

HKPI Kongkows #2 ini emang lebih mateng dibanding kongkows pertama sih, tapi tetep weh deng hal tak terduga mah ada aja. Ya alhamdulillah, yang ikut 26 orang :D
Seneng banget, keluarga kita makin banyak, taun depan bakal lebih banyak lagi insyaAllah..

Ada yang beda di kongkows kali ini, ada battle angkatan haha. Kocak sih, jadi pada professional karena hukumannya jijay banget (tapi udah diganti kan ya). Seneng liat kalian bisa kompak sama angkatannya, apalagi yang kelas X nih yang mau berjuang di AMUBA 12. Semangat ya!

Aku bahagia, selalu bahagia liat senyum mereka, liat antusiasme mereka. Terharu banget lah mereka udah nunggu-nunggu kongkows ini sejak sebulan yang lalu. Terharu juga liat yang "berdarah-darah" minta izin ke orang tuanya biar dibolehin :') Aku sayaaaaaaang banget sama kalian..

Hari pertama kita habiskan dengan game-game angkatan, terus mainan geje pake taruhan yang ngeselin haha. Seruuuu! Kapan lagi bisa kaya gini bareng kalian?
Emang bahagia, bahagiaaaa banget. Tapi aku ngapain aja sih? Cuma nonton kalian apa ya? duh.

Memang, ada suatu kondisi dimana kita ga bisa deskripsikan apa yang dirasakan saking bahagianya atau saking sedihnya. Dan mungkin ini yang lagi aku rasain, aku bahagia bangeeeet..

Pas malemnya luar biasa! Barbeque bareng, ah asli rame banget ricuh banget wow banget!
Meski dengan peralatan sederhana, tapi dapet serunya. Bareng kalian kapan sih ga seru :>
Yaa meskipun ricuh ricuh dikit gapapa lah ya. Oh iya, barang siapa yang sakit perut, mungkin kalian makan sosis yang sudah bercampur dengan arang :3 Hahaha, engga deeng.

Seudhnya ada perform angkatan, amit-amit kocaknya yang angkatan 24. Kehadiran si ganteng ais gu jun pyo dan april geum jandi menambah kehebohan perform angkatan mereka. ADUH NGAKAK!
Perform angkatan 25 juga sama amit-amitnya, ceritanya mereka aransemen mars HKPI. Ada yang nge rap lah, suara berapa lah ga ngerti. Kesimpulannya satu : SUARANYA GA MASUK WOY! Ahahahaha XD Tapi parah ngocok perut bangeeet!
Nah, kalo perform angkatan 23 sedih. Musikalisasi puisi sapardi djoko damono, dan mereka sambil nelfon monik di palembang sana :'( Sedih ini mah asli, mana diiringin musik akustik dari azmi lagi..

Dan luar biasa, beberapa masih sempet sempetnya nonton oculus sampe jam setengah 2. Yaa kita tanggung sendiri deh ya ngantuk berat sampe siang :p

Paginya kita lanjut main, sayangnya banyak korban, miftah sampe lecet lecet banget tangannya. Semoga cepet sembuh lukanya..

Dan setelah makan, akhirnya sampai juga ke game final. yang menang angkatan 23! Asli ga nyangka, mereka cuma bertiga coy, tapi akalnya itu :v

Setelah semua selesai, tibalah ke acara puncaknya kongkows. Sharing-sharing gituu..
Hffttt, sedih. Gatau kenapa semua emosi keluar aja. Sakit sih engga, cuma apa ya, ada satu rasa haru luar biasa. Apalagi denger statement mereka yang menusuk hati..

Dan buat aku yang the best itu kalimat Retta
Aku selalu berdoa sama Allah untuk tidak dipisahkan dengan kalian
Jleb. Kamu tau gimana rasanya? Ada rasa haru yang membuncah *tuh kan pengen nangis lagi* Denger mentee kamu sendiri ngomong kaya gitu. Dan seketika ruangan senyap banget, sesenggukannya makin keras. Hiks, aku ngerasa apa ya, duh apa sih ga bisa deskripsiin gini. Intinya so sweet aja gitu doanya :')

Terus yang bikin aku kaget sih pernyataan Nana yang kurang lebih seperti ini
Aku milih simpen bunga dari HKPI pas dramus di tas, figura aku ga masukin tas. Eh ternyata kecelakaan dan pecah figuranya. Aku cariin bunganya seudah tragedi itu.
Huaaa, kalian tahu? Nana ini beberapa minggu yang lalu kecelakaan motor. Pipinya sobek dan dijait kena kaca pecahan figura. Dan serius aku baru tau kisah ini. Aku malah sempet mikir kayanya bunga nana pasti udah terbang-terbang jatuh entah kemana gitu. Ternyata........ Padahal apa atuh cuma bunga sederhana dari pita jepang. Tapi emang kekuatan cinta mah ga bisa diragukan ya. Sesuatu yang dari hati pasti sampai ke hati. Ah nana..

Ada lagi kata miftah
Terimakasih untuk semuanya, aku ga bisa bales. Biar Allah yang balas. Aku rasa di HKPI ini yang kekeluargaannya dapet banget, ga kaya di tempat lain. Makasih juga udah kasih bunga pas dramus. Temen sekelas aku meremehkan, apaaan cuma bunga gitu doang katanya. Tapi buat aku itu luar biasa, itu berharga banget.
Daaan, cirambay lagi. Ah, aku semakin merasa berutung ada disini *nangis lagi*. Padahal apa atuh aku mah, ibadah aja masih naon, tapi Allah kasih mereka. Malu-maluin. Malu-maluin pokoknya ToT
Semacam tamparan keras..

Apalagi ya? Saking banyaknya yang bikin jleb jadi bingung. Nangisnya ga cirambay banget, tapi sesenggukannya masih kerasa sampe sekarang -_- Belum lagi yang ngomong sama nangis lebih jelas nangisnya haha.

Kenapa ya kenapa, bisa semudah ini aku cinta sama mereka. Ga kebayang, bagaimana sakitnya jika ada yang pergi. Semoga Allah pertemukan kami kembali di SyurgaNya nanti, aamiin. Kita se-RT ya nanti..

Selesai sudah momen syahdunya, akhirnya kita tuker kado sesuai malaikatnya masing-masing. Wkwk, ini kocak, tau malaikat kita siapa eh ternyata dia yang paling ngeselin seharian hahaha.

Seudah itu foto-foto, pulang deh. By the way selamat untuk peserta ter-ter nya! Hebat kan, kapan lagi dapet hadiah kecap, wortel, bumbu racik? huahahaha XD

Dan selesai sudah acara kita. Hu-fet. Besok balik Geladi Gabut lagi. Hiks.
Eh tapi harus semangat deng, kayanya cukup deh stok semangat sampe sebulan kedepan hehe.

Dan yang aku sedih sih, ga ada lagi harap-harap cemas nungguin tanggal kongkows :')
Sudahlah, mari bikin pemanis-pemanis hidup lagi kedepannya! Entah sampai kapan dikasih umur buat bareng mereka, semoga Allah selalu memberkahi kita semua, aamiin.

Udah ya, maaf buat yang baca, tulisannya berantakan dan random banget. Niatnya cuma buat memory-call aja di masa yang akan datang..

HKPI KONGKOWS... Kong, Kong, Kongkows!
See you! Sampai jumpa di HKPI Kongkows #3!
*kok sedih*

Uhibbuki fillah bidadari-bidadariku :')


Share:

Rabu, 11 Juni 2014

Izinkan aku bertanya

Malam ini, izinkan aku bertanya..
Meski aku tak tahu pasti akan terjawab atau tidak.

Aku ingin bertanya.
Apakah jatuh cinta itu sebegitu menyiksanya?
Apa jatuh cinta itu membuat lupa diri?
Apa jatuh cinta itu mengasyikkan?
Apa jatuh cinta itu membuatmu lupa akan hal lain selain sesuatu yang kamu sebut itu cinta?

Sahabat,
Dimana harga dirimu ketika kau mencari seribu cara untuk berkomunikasi dengan sang pujaan hati?
Dimana akal sehatmu ketika kau menikmati setiap hubungan yang tak seharusnya ada?
Dimana perasaanmu ketika kau justru malah mencari sang pujaan hati ketika orang tua dan sahabatmu justru selalu ada untukmu, sekacau dan seburuk apapun kondisimu?

Aku cemburu.
Seharusnya aku yang ada disisimu.
Seharusnya aku yang memberikan kata motivasi untukmu setiap harinya.
Seharusnya aku saja lah yang menghiburmu ketika kau berduka.
Seharusnya aku saja yang kau cari dikala kau butuh.
Namun apa daya, bahkan jika aku ada disampingmu berhari-hari tetap tidak akan sanggup mengalahkan jasa orang itu di matamu, yang bahkan hanya hadir sekian detik untukmu.

Kenapa dia?
Kenapa justru kau cari orang yang kau tahu persis bahwa itu bukan hak untukmu.
Kau pun tahu persis bahwa semua ini melanggar aturanNya.

Ya, aku cemburu.
Lalu aku bertanya, adakah persahabatan yang bertepuk sebelah tangan layaknya cinta?

Ah sudahlah, aku tetap menunggu disini.
Sampai kau sadar dari romansa dan labirin kisah semu yang kau bangun entah atas dasar apa.

Cepatlah kembali, kau tak layak disakiti.



Dari aku, yang bagaimanapun tak akan tinggal diam melihat sahabatnya disakiti.
Share:

Jumat, 06 Juni 2014

Kumpulan Materi Kuliah

Nah, karena ceritanya mau bersihin hardisk, jadi ngupload materi kuliah deh. Ini semua isinya kumpulan beberapa materi selama kuliah semester 4 di Teknik Informatika Telkom Engineering School atau IT Telkom.
Semoga berguna yaa :D

1. Probabilitas Statistika (Probstat)
Link : klik disini

2. Matematika Diskrit (MatDis)
Link : klik disini

3. Computer Organization and Architecture (COA)
Link : klik disini

4. Rekayasa Perangkat Lunak (RPL)
Link : klik disini
Share:

Ini semua tentang cinta


Ini semua tentang cinta, tentang bagaimana kita membesarkan orang-orang yang kita cintai.

Ini semua tentang cinta, tentang seberapa besar kebermanfaatan kita untuk orang-orang yang kita sebut itu cinta.

Ini semua tentang cinta, tentang setiap pengorbanan-pengorbanan atas nama cinta.

Ini semua tentang cinta, tentang sunyi dan senyap doa-doa yang tak lelah kau sampaikan di setiap sujudmu.

Tak perlulah bicara banyak, sebab hal utama dari seorang pencinta bukanlah kata.


Share:

Minggu, 11 Mei 2014

Jadi introvert itu...

Kadang kesel, karena harus memendam perasaannya sekuat mungkin. Hingga orang lain tak ada yang tahu bahwa kita sedang bersedih, marah, kecewa, dsb. Ga jarang malah jadi penyakit.

Kadang bikin pusing, karena sulit untuk mengungkapkan apa yang ingin diungkapkan. Terlalu banyak kekhawatiran yang hadir sebelum bertindak.

Kadang merepotkan, karena seringnya dapet insting berlebih tentang kondisi orang-orang terdekatnya.
Introvert ini sering terpengaruh kondisi orang lain, ketika orang lain sedih, maka dia lebih sedih, ketika orang lain bahagia, maka dia jauh lebih bahagia.

Tapi aku bersyukur memiliki kepribadian seperti ini. Tak semua orang punya dan tak semua orang mampu.
Ketika orang lain sibuk berbicara, terkadang introvert hanya perlu diam sejenak untuk memahami keadaan, bahkan perasaan orang lain. Ditambah lagi dengan tipikal golongan darah A, lengkap sudah ke-introvert-an ini. Kadang malah timbul pertanyaan, kenapa nggak jadi psikolog aja kaya mimpi terdahulu? Haha, sudahlah.

Kalau pengalaman aku selama 19 taun ini, ke-introvert-an ini bikin aku jauh lebih peka. Sering liat banyak orang yang marah karena nggak suka ketika orang lain nggak dengerin dia, ada juga yang marah ketika dia merasa tidak dilibatkan karena nggak pernah ngerti masalah orang lain. Aku bingung, sebenernya apa yang salah? Ketika hati kita bekerja dengan baik, terkadang ketidak tahuan pun menjadi lebih baik dibandingkan mengganggu orang lain.

Lalu aku kembali bersyukur menjadi seorang introvert. Meski terkadang terbatas dalam hal komunikasi, tapi rasanya nyaman selalu bekerja dengan hati. Tak apalah, rasa sakit yang sering dirasakan mungkin menjadi bayaran yang pas untuk sebuah 'kepekaan'.

Selalu menyenangkan bisa memahami orang lain, mendengar ceritanya, lalu menyimpulkan apa yang sedang dia rasakan untuk menjadi bahan evaluasi diri dalam memperlakukan orang lain. Memperhatikan orang-orang terdekat memang menjadi sebuah kebahagiaan yang teramat sangat, apalagi ketika bisa membahagiakan mereka. Seperti kata pepatah, hal pertama yang dilakukan oleh seorang pecinta adalah memberikan perhatian. Lelah? itu konsekuensi.

Terimakasih Allah, telah memberikan kepribadian seperti ini :')
Share:

Kamis, 24 April 2014

Laa Tahzan

Hari ini, adalah pertemuan ke tujuh antara saya dan mereka. Ya, bisa dibilang, sudah 7 minggu saya mengenal mereka. Dan sudah tujuh minggu pula saya menyerahkan jum’at saya disini. Di tempat yang kenangannya tak pernah habis.

Mengenal mereka adalah sebuah kebahagiaan, kebanggaan tersendiri. Setelah satu tahun saya ‘menduakan’ tempat ini, saya memilih untuk kembali. Dan tak disangka-sangka, mereka layaknya ‘welcome drink’ yang menyejukkan. Yang kesejukannya tak lekas hilang..
Ya, Allah kembali menitipkan hadiah yang begitu indah.

Saya sudah cukup kenyang dengan banyak nasihat bahwa saya harus lebih berani berkembang, harus keluar dari zona nyaman, harus melihat dunia luar. Namun kenyataannya saya tak tega untuk ‘travelling’ ke tempat lain ketika justru ‘rumah’ saya sedang berantakan. Ketika tamu yang berkunjung tidak betah untuk tinggal. Sungguh, saya tidak nyaman. Read more..


Share:

"Bersabarlah untuk tetap bersama orang-orang yang gemar melakukan kebaikan, meskipun mereka pernah melakukan kesalahan. Sebab kesalahan yang mereka perbuat belum tentu menggerus kebaikan-kebaikan yang pernah mereka lakukan. Dan mereka tetaplah orang-orang baik."
-Herry Cahyadi
Share:

Hello Word!

Assalamu'alaikum..
Oke, saatnya memulai halaman baru nih di blog ini. Total 18 tulisan dibuang semua karena ga tahan dengan ke-alay-annya -___-
So, semoga blog ini ga mati suri lagi kedepannya. Dan tentunya bisa menghasilkan tulisan-tulisan yang bermanfaat. Kemungkinan isi blog ini akan 'hampir' sama dengan tumblr saya (klik link) yang sudah aktif bertahun-tahun namun jarang dipublish.

Dan jika ingin bertukar salam bisa lewat :
Twitter : @kamandeu
FB : https://www.facebook.com/amanda.septiani

Salam kenal :D
Share: