Jumat, 23 November 2018

Mimpi-Mimpi Milenial Bersama Domainesia



Halo, guys! Kenalkan, namaku Alana Sayang, dilahirkan ke Bumi ini oleh kedua orang tua yang sangat menyayangiku. Tapi sayang, teman-temanku biasa menyingkat namaku menjadi Alay, ALana AYang katanya, cocok dengan perilakunya. Ugh, tapi tak apa lah, suka-suka mereka saja. Tak apa disebut alay, toh mereka tetap sayang.

Sekian dulu basa-basinya deh, sebenarnya ada hal penting yang ingin aku bagi pada kalian. Iya, kalian, generasi milenial yang punya segudang mimpi namun masih bingung harus mulai darimana.
Di usia tanggung ini, aku mulai merasakan quarter life crisis. Aku bingung menentukan akan jadi apa, ingin melakukan apa dan juga punya mimpi apa untuk dikejar dalam hidup. Yaa, sebagai anak milenial, aku hanya menjadi beban di bumi dengan banyak tidur-tiduran sambil buka Instagram dan baca-baca blog milik para influencer.

Bagaimana lagi, rasanya era digital ini sudah sukses jauh menarikku pada setiap sudutnya. Aku terlanjur menggantungkan diri pada dunia digital. Bayangkan, saat aku merasa ada yang aneh dari tubuhku, hal pertama yang aku lakukan adalah browsing gejala tersebut. Ah, ngaku deh, pasti kalian juga ada yang begini kan?! Terkadang hasilnya akurat, tapi seringnya begini nih….

Huft, bukan dapat kejelasan tentang gejala penyakit, yang ada malah tambah khawatir dan parno. Selain itu, di era digital ini, banyak kebiasaan yang berubah. Kalau dulu, saat ada tugas sekolah atau kuliah, pasti hal yang pertama dilakukan adalah tanya teman dan kerjain nyalin bareng sampai beres. Agak berbeda denganku, ini dia hal pertama yang aku lakukan untuk selesaikan tugasku.


Maaf maaf, teknik copy paste jurus kepepet diatas tak perlu kamu contoh yaa! Meski aku yakin sih, pasti diantara kalian juga pernah lakukan hal serupa. Iya kan?

Tapi guys, hidup di era digital ini seru! Banyak hal bermanfaat yang bisa kita dapatkan dengan mudah. Apalagi dengan jasa para good influencer yang kerap sebarkan kebaikan di berbagai media. Mulai dari youtube, instagram bahkan blog. Asal kalian tahu ya, situs crowd funding yang terkenal saat ini juga banyak membantu saudara-saudara kita yang kesulitan. Entah sudah berapa milyar dana yang dikumpulkan dari orang-orang baik untuk disalurkan pada yang membutuhkan. Dan semua ini berkembang dengan pesat di era digital!

Setelah banyak hal bermanfaat yang aku dapatkan dari banyak konten digital, sekarang aku tahu aku ingin jadi apa! Jadi Social Media Influencer! Gimana, millenial banget kan mimpi gue?

Nah, aku sadar kalau mimpi ini harus diraih dengan langkah yang nyata, salah satunya dengan mulai membuat wadah untuk karya-karyaku kedepannya. Aku ingin menjadi seorang social media influencer dengan banyak karya yang berguna bagi bangsa, bukan dengan sibuk endorse jasa peninggi dan pelangsing.

Oke, kuputuskan untuk membuat blog secara professional sebagai media penampung karya-karyaku sekaligus langkah awal dari segalanya. Awalnya sih aku kira ini susah ya, malas juga kalau harus ikuti panduan dari buku-buku usang milik Ayah di lemari. Tapi saat aku mulai browsing, akhirnya aku temukan artikel paling klop di hati yang berjudul "Cara Membuat Blog".

Ya! Artikel singkat, padat dan mudah dimengerti ala Domainesia. Setelah aku belajar sedikit-sedikit dari tulisan keren itu, mulai deh aku membuat blog sederhana dengan menggunakan media blogger.com. Eits, jangan salah, meski hanya dengan bermodalkan media gratisan, cara ini banyak digunakan oleh para blogger terkenal lho! Selain karena sudah umum digunakan, blogger.com juga cenderung praktis digunakan, tidak perlu install sana-sini, cukup buka linknya, tulis, publish, jadi deh!

Tapi yang ingin aku bahas bukan itu, guys. Dari banyak artikel yang aku baca, aku menemukan tentang pentingnya mengubah alamat blog menjadi top level domain. Jadi yang awalnya masih www.alanasayang.blogspot.id, akan berubah jadi www.alanasayang.com, keren ga tuh?

Stop, jangan bahas kerennya dulu. Ini dia kenapa top level domain akan lebih berpengaruh.
  • Mudah diingat dan ditemukan
Bayangkan kalau domain kamu sepanjang http://alanasayangkucintakukasihku.abcdefghijkl.xyz apa masih ada yang rela ketik satu-satu domainnya untuk sekedar baca-baca isi blogmu? Kecuali kalau kamu se-terkenal Atta Halilintar, mungkin agak mustahil ya.
  • Kredibel
Jika nanti kita berhasil jadi blogger profesional, pastinya top level domain akan lebih dinilai kredibel dong. Pihak yang tertarik untuk endorse atau memasang iklan pun akan lebih yakin dengan blogger yang sudah menggunakan top level domain.
  • SEO Friendly
Bahasa manusianya, ramah mesin pencarian. Yaa, mudah dicari di Google gitu. Meski poin ini masih butuh beberapa ilmu tambahan agar blog kita masuk top list pencarian google.

Setelah aku pertimbangkan baik-baik, fix banget nih aku harus ubah alamat blog new born milikku menjadi custom domain. Atas beberapa pertimbangan, aku pilih domain .com untuk jadi domain blog ku yang pertama. Tentu saja beli domainnya di Domainesia! Kalau ada yang murah, friendly dan berkelas seperti Domainesia, kenapa harus pilih yang lain?

Untuk memudahkan kamu yang punya keinginan sama untuk kembangkan blognya dengan mengganti domain blog menjadi custom domain melalui Domasinesia, ini dia langkah-langkahnya dalam bahasa manusia yang lebih mudah dipahami kamu-kamu yang baru belajar sepertiku (you could thank me later, bro, sis). Oh ya, sebelumnya, pastikan kamu sudah memiliki akun blogger ya!

1. Login ke Client Area Domainesia

Login page domainesia
Sebagai langkah yang pertama dan utama, login dulu ke client area Domainesia my.domainesia.com untuk memulai segalanya. Kalau belum punya akun, buat terlebih dahulu akunnya dengan klik Sign Up.

2. Beli dan Aktivasi Domain

Bagi kamu-kamu yang masih berpikir beli domain itu mahal, salah besar! Bahkan kalau dibagi per hari, uang seharga itu lebih murah daripada harga kerupuk di warung. Apalagi Domainesia ini adaaa aja promonya. Saat ini, harga domain .com di domainesia hanya Rp 99.000 aja untuk setahun! Kalau dibagi, per bulannya hanya Rp 8.250, per-hari hanya Rp 275 perak!

Beli domain di domainesia
Jadi, masih mikir-mikir nih buat beli domain yang manfaatnya jelas jauh lebih besar daripada 275 perak?

3. Pilih Domain, jangan hanya pilih dia yang tak memilihmu.

Setelah domain sudah berhasil dibeli dan diaktivasi, masuk ke menu domain di client area lalu klik domain yang akan kita setting untuk blogger. Oh ya, disana akan ada tanggal aktivasi dan kadaluarsa domain, jadi pastikan kamu perpanjang setiap tahun sebelum domain expired, ya!

Client Area

4. Kelola Nameservers, seperti kamu mengelola dua puluh ribu untuk sepuluh hari di tanggal tua.

Nah, setelah pilih domain, klik menu Nameserver dan beri centang pada Use default nameservers yang akan mengarahkan domain ke nameserver domainesia. Akan berbeda kalau kamu memindahkan domain dari layanan lain ke Domainesia. Selengkapnya, dapat dibaca di artikel-artikel Domainesia, ya!

Laman kelola nameservers

5. Atur DNS, DNS aja diatur baik-baik, apalagi masa depanmu bersamanya, iya nggak?
Masih di menu domains, klik sub menu Addons lalu klik Manage pada bagian DNS Zone Manager.

Laman Addons Domainesia
Setelah itu, klik Yes, Create.

DNS Manager

Apa sih DNS itu? Kalau kata domainesia...
DNS Management adalah salah satu fitur di DomaiNesia yang memberikan kemudahan dalam pengaturan dan pengelolaan DNS record. Dengan DNS record, anda dapat mengarahkan DNS Server dari domain anda secara langsung.
Perhatikan baik-baik ya, guys, setelah ini tahapan-tahapannya akan lebih serius.

6. Tambahkan A Record, persis seperti level keyakinan, A record juga perlu ditambah.

Nah, sampai juga kita ke tahapan paling penting. Ibaratnya yang lain masih selingan, ini dia yang serius (Ups, maaf alaynya kambuh). Di tahap ini, kita harus mengarahkan alamat IP blogger ke domain yang sudah kita pilih.

Masukkan A record dengan mengisi hostname dan IP Address dari blogger satu persatu. Kalau malas lihat IP Address dari blogger, nih aku beri contekannya.

216.239.32.21
216.239.34.21
216.239.36.21
216.239.38.21

Laman kelola A Record

Masukkan satu persatu seperti panduan dibawah ini,
  • Host name : isi dengan @
  • TTL   : tidak perlu diubah
  • Type   : pilih A untuk mengisi A records
  • Value   : tambahkan satu persatu dari keempat IP Adress Blogger
lalu klik Save Changes jika sudah selesai dan ulangi prosesnya hingga keempat IP Address Blogger selesai ditambahkan.

7. Pengaturan Blogspot

Silahkan tarik napas dulu, lalu hembuskan. Sudah santai kawan? Mari kita lanjutkan.

Selanjutnya, buka laman dashboard www.blogger.com lalu login dan klik menu Setelan dan pilih submenu Dasar. Pada laman tersebut, klik ‘Siapkan URL pihak ke-3..’ yang bisa kamu temukan di bagian Alamat Blog.

Jika sudah, maka akan muncul seperti ini :

Laman pengaturan blogger

Isikan domain dengan nama domain yang sudah kamu pilih lalu klik Simpan. Tenang, jangan panik, notifikasi error yang muncul memang normal kok. “Kami tidak dapat memverifikasi otoritas Anda untuk domain ini” akan muncul jika domain belum berhasil sinkronisasi dengan blogger. Maka dari itu, perhatikan box merah diatas, itu adalah host dan record dengan karakter unik yang harus kita masukkan ke pengaturan domain setelah tahapan ini.

8. Tambahkan CNAME Record

Saatnya kita kembali pada dashboard domainesia my.domainesia.com lagi. Masih pada laman DNS Zone di menu AddOns pada langkah ke-lima tadi, tambahkan kembali record CNAME.
Host dan record khusus dari blogger
Tambah CNAME
Ikuti petunjuk ini (perhatikan gambar-gambar diatas)
  • Host Name : isikan domain kamu, contoh : www.alanasayang.com
  • TTL         : tidak perlu diubah
  • Type : pilih CNAME
  • Address : isikan ghs.google.com (perhatikan gambar, field ini diisi dengan nomor 2)
  • Klik Save Changes
Lalu, ulangi kembali untuk memasukkan host dan record unik dari blogger tadi. Kamu bisa ikuti kembali petunjuk dibawah ini
  • Host Name : isikan host unik (copy paste nomor 3)
  • TTL         : tidak perlu diubah
  • Type : pilih CNAME
  • Address : isikan record unik (copy paste nomor 4)
  • Klik Save Changes
9. Masukkan domain lagi

Sabar dong, sebentar lagi blog kamu sudah berdomain kece nih! 

Setelah seluruh proses diatas selesai, masuk kembali ke laman bloggermu, lalu pilih menu Setelan lalu klik Dasar. Setelah itu, klik ‘Siapkan URL pihak ketiga untuk blog anda', masukkan kembali nama domain yang sudah kamu pilih dan klik Simpan.

Jika error masih muncul, no worries, kemungkinan proses konfigurasi masih belum selesai dilakukan. Jadi apa yang harus dilakukan dong? Ya simpel sih, tinggal menunggu kurang lebih 24 jam, jauh lebih cepat daripada kamu menunggu kepastian darinya.

10. Tunggu Proses Konfigurasi, menunggu dia bertahun-tahun bisa, masa tunggu konfigurasi selesai nggak kuat 

Jika sudah 24 jam dan proses konfigurasi berhasil, akan muncul tampilan seperti ini :
Laman setelan domain blogger
Jangan lupa untuk centang “Alihkan domain…” dan klik Simpan. Namun jika sudah 24 jam dan proses konfigurasi belum selesai, jangan ragu untuk menghubungi Tim Support Domainesia. Respon mereka cepat kok, Alana yang agak-agak gaptek ini juga berhasil karena dibantu mas-mas tim support Domainesia, mantap deh pokoknya!

11. Beres, Bos!

Alhamdulillah, akhirnya beres, bos! Kalau sudah berhasil, jangan lupa say thanks sama Alana Sayang, ya! Atau boleh say hi di kolom komentar blog teman Alana ini. Kasian dia, blognya sepi katanya. Eh, maaf curhat.

Oh ya, kalau dilain waktu kamu ingin mengembangkan website dengan serius, coba pakai fasilitas Hosting Murah dari Domainesia juga ya!


Itulah yang bisa Alana bagikan untuk teman-teman semua. Semoga kita, anak milenial dengan berjuta mimpi, bisa terus teguh untuk mengejar mimpi-mimpi itu, ya! Jadi apapun di era digital ini, pastikan bermanfaat untuk orang banyak. Saatnya muda-muda menorehkan banyak prestasi untuk bangsa, kamu setuju kan?

Migrasikan websitemu ke Domainesia
Artikel ini dibuat seluruhnya oleh Amanda Putri Septiani.
Share:

Jumat, 16 November 2018

Hitungan momen kehilangan

Seringkali aku silap dalam melihat dan memahami sesuatu.
Kukira, mudah saja bagiku melakukan apa-apa yang mudah dilakukan orang lain.
Orang lain saja bisa, maka aku juga harus bisa.
Begitu, congkakku.

Tapi hidup dengan benar di dunia ini memang tidak semudah itu, Sayang.
Ada kalanya, apa-apa yang terlihat mudah, menjadi begitu menyesakkan saat dijalani.

Saat kulihat kawan-kawanku berbondong-bondong mengadu nasib ke luar kota, merantau untuk mengejar apa-apa yang mereka impikan.
Kukira itu mudah.
Ternyata tidak.

Belasan wejangan orang tua sebelum kembali ke perantauan, sesak dada ini dibuatnya.
Tepat pada pesan terakhir, "hati-hati disana ya, kapan pulang lagi?", padahal kaki ini belum beranjak dari rumah.
Bagaimana bisa ini mudah bagiku?

Empat, lima, enam jam yang dilewati bersama sekumpulan orang shalih, setiap detiknya sungguh terasa berharga hingga mata sulit terpejam.
Tepat pada saat berpisah, mengucapkan janji bertemu selanjutnya, enam jam untuk berbulan-bulan kedepan, tertunduk wajah ini dibuatnya.
Bagaimana bisa ini mudah bagiku?

Tiga, dua, satu helaan nafas dalam pelukan seorang sahabat di stasiun, lepas butiran air mata yang tidak tahu malu itu.
Satu, dua, tiga detik keheningan, pecahlah tangisnya pula. Sedang operator stasiun sudah berulang memanggil penumpang.
Bagaimana bisa ini mudah bagiku?

Aku berusaha sekuat tenaga meyakinkan bahwa jarak, tak akan merubah apapun.
Tapi sayang, hitungan momen kehilangan tetap berlaku untukku.

Ini mudah.
Jika Allah-lah alasanmu menjalani segalanya.
Share:

Selasa, 23 Oktober 2018

Pulang

Pernah tidak, merasa cukup dengan segalanya hingga yang diinginkan hanya pulang?
Iya, pulang.

Ketika manusia seusiamu sedang mendambakan kisah romansa sejati dalam ikatan suci atau pencapaian karir yang menyilaukan mata, sedang kau, yang tak lebih dari sekedar debu, hanya ingin pulang. Merasa cukup dengan segalanya.

Atau tepatnya... menyerah?

Jika aku bilang ini semua tidak sulit, aku bohong. Ini semua menyesakkan. Rasa-rasanya aku tak pernah menangis sebanyak ini dalam episode kehidupan sebelumnya.

Tapi Allah... maksiatku banyak sekali, dosaku banyak sekali, kebodohanku tiada ujung, akibat yang harus ku tanggung juga pasti banyak sekali. Aku mencoba bermuhasabah diri, tak lain semua ujian ini karena kelalaianku sendiri.

Yaa Allah, di titik kritis ini, seharusnya aku hanya sibuk tersungkur kepadamu, meminta maaf atas semua kelalaianku. Memperbaiki diri dan terus mendekat kepadaMu. Sehina apa diri ini hingga masih bisa tenang dan meminta pulang padahal dosa masih menggelayuti diri?

Allah, ampuni aku, maafkan aku..
Share:

Sabtu, 20 Oktober 2018

Tetaplah disini, adik-adik hebatku.

Tetaplah disini
Di jalan dakwah ini, bersama kafilah dakwah ini
seberat apapun perjalanan yang harus ditempuh
sebesar apapun pengorbanan untuk menebusnya
Tetaplah disini
Jika bersama dakwah saja engkau serapuh itu,
Sekuat Apa Jika Kau Seorang Diri?
(KH. Rahmat Abdullah
)

Assalamu'alaikum, Mandeus.
Eh, masih boleh kan ya dipanggil gini?

Apa kabar para mahasiswa baru? Udah banyak teman baru ya? Udah ikutan komunitas apa aja? Atau sudah jatuh cinta pada kampus dan lingkungan baru?
Duh, rasanya ingin tanya satu-satu, langsung. Aneh, sampai sekarang, aku masih agak nggak rela jauh dari kalian, agak lho ya, gengsi kalau bilang banget, haha.

Semoga Allah melindungi kalian semua, adik-adik yang entah kenapa aku sayang banget. Sampai sekarang. Semoga selamanya dan selalu karenaNya.

Kalian masih ingat momen menginap di green pool? 
Itu jadi satu hal termanis yang masih aku ingat sampai sekarang. 
Saat itu, aku terhenyak lama, kok bisa ya, anak-anak SMA selucu kalian sudah mengalami ujian seberat itu. Sekeren apa pundak kalian coba. Bahkan kurasa, episode FTV kalah sinetron daripada episode kehidupan kalian, hehe. Lalu jeng jeeng, tiba-tiba, aku rasakan juga episode FTV itu.

Qadarullah, aku (tepatnya kami) baru merasakan hal seperti di sinetron, yang hal itu jadi alasan utama kenapa aku mendadak pindah secepat ini ke kota orang. Maaf ya nggak pamit, karena memang nggak mau dianggap pergi :)

Curhat dikit yaaa. Kalau inget masa-masa berat itu, saat nangis-nangis sampai nggak berupa, aku ingat satu hal, bisa jadi semua musibah ini karena dosa. Entah itu dosa besar, maupun dosa yang dianggap kecil. Naudzubillah..
Rasanya berat sekali, sesak dan tiba-tiba hilang kemampuan untuk berpikir panjang. Lalu aku pikir, gimana dengan azab di alam kubur? Akan sesesak apa di akhirat nanti atas dosa-dosa yang kita tabung selama ini?

Teman-teman, mungkin tujuanku tulis tulisan ini untuk titip pesan (selain curhat dan menyampaikan kerinduan) : jangan main-main dengan dosa. Sungguh, mungkin kita pikir dosa akan semudah itu hilang ketika bertaubat. Tapi siapa yang jamin taubat kita benar? Siapa yang jamin tabungan kekhilafan kita lebih sedikit daripada tabungan pahala kita? Siapa yang jamin, kita akan dimatikan tidak dalam keadaan berdosa? Naudzubillahi min dzalik...

Aku pernah rasakan euforia mahasiswa baru, saat kita punya kendali penuh atas prinsip mana yang akan kita ambil dan kita lepaskan. Ah, karena nasihat adalah hak muslim atas muslim lainnya, aku ingin sampaikan beberapa nasihat yang mungkin akan kalian butuhkan suatu waktu di masa-masa jadi mahasiswa ini. Tentu, nasihat ini sangat berlaku bagi yang menulisnya juga.

Jangan bergantung dengan lelaki non mahram, seberat apapun, jangan terbiasa menggantungkan kesulitan kita pada mereka. Kita ga pernah tahu, kapan syaitan kasih jurus terbaik sampai kita lengah, lalu jatuh dalam jebakannya. Please, kalian harus aware sama ini. Carilah sejuta alasan untuk menghindar dari hubungan dan komunikasi yang tidak perlu. Aku serius.

Sebenarnya ini berlaku pada manusia manapun, jangan terbiasa menggantungkan apa-apa pada manusia. Belajarlah berdiri di atas kaki sendiri, dengan keimanan yang meluap-luap di dalam hati. Ada kalanya, segalanya akan hilang, namun iman tak boleh berganti bukan?

Teman-teman, yakinlah, seringan apapun azab Allah, kita ga sekuat itu untuk menanggungnya.
Ketika hitungan dosa dirasa semakin banyak, jangan pernah meminta dipercepat balasannya di dunia. Mohonlah dengan sungguh-sungguh agar Allah maafkan, kalau perlu dengan tersungkur di setiap malam.

Jadi.. untuk adik-adikku yang masih panjang jalan juangnya, dekatilah Allah selalu. Sejauh apapun kita melangkah, berusaha menebarkan manfaat, pulanglah setiap sepertiga malam dalam sujud-sujud panjang padaNya. Disambung dengan sujud penuh syukur di waktu Dhuha. Ingat, kita di posisi sekarang juga atas rahmatNya..

Dan lagi...
Wanita-wanita shalihahku, aku masih kagum dengan ikatan kalian. Kagum dengan ujianNya yang begitu hebat dan ditimpakan pada ikatan kalian. Seromantis itu kalian dalam ikatan ukhuwah yang kalian miliki. Semahal itu, seberkilau itu ikatan ukhuwah diantara kalian. Kalian sadar nggak sih?

Aku, baru menemukan kilau cahaya ukhuwah dengan titik terang maksimalnya ya tahun ini. Lepas delapan tahun lulus dari SMA, lalu dengan ajaibnya Allah turunkan pertolongan dari kawan-kawan dari masa putih abu. Kawan-kawan yang rajin dimarahi rame-rame karena kelamaan di NI. Mereka yang lari duluan saat tahu aku kenapa-kenapa, bukan hanya nanya kabar atau nyemangatin, tapi langsung lari dan tolong saat itu juga, hiks.

Ikatan ini mahal, sayang. Mahal sekali. Tak ada kata lain selain, jaga. Jaga. Jaga. Kelak nanti kalian akan tahu, seberapa besar kasih sayang Allah yang dicurahkan lewat ikatan ini. Jangan biarkan waktu menjauhkan kalian dengan jarak yang kian tak terukur, buatlah waktu untuk memperpendek jarak kalian.

Entah mungkin suatu hari kita memilih jalan yang berbeda, semoga jalan itu tetap membawa kita pada tujuan yang sama, Surga. Tapi aku tetap berdoa, semoga perbedaan apapun, tak menjadikan kita saling menjauh di dunia, apalagi di akhirat :"

Terima kasih untuk semuanya ya, Mandeus. Jazakunnalahu khair, sadar atau tidak, kalian masih jadi alasanku untuk bertahan. Entah kenapa aku juga bingung, hehe. Oh iyaa, mushaf, mukena dan sajadah dari kalian sering kejatuhan air mata, kalian kan suka protes tuh kalau aku ga ikutan nangis. Tenaaang, barang-barang dari kalian mewakili kalian untuk lihat aku nangis, haha. Mushafnya udah lepas-lepas lembarannya, tapi aku masih ga rela ganti mushaf :(( Terus mau ngaku juga, itu mukenanya ketinggalan di pare, drama banget lah pokoknya. Doakan masih bisa kembali yaa (siap-siap dimarahi rame-rame). Btw, itu botol isi suratnya masih sukses bikin aku menitikkan air mata rindu. Kalian kok sakti banget yaa, nulis gituan aja bisa bikin kangen, haha. Terbukti kan? Aku bukan manusia yang ga pernah nangis seperti yang suka kalian bilang, hanya saja aku terlalu gengsi untuk nangis di depan kalian, haha.

Intinya, meski kebersamaan kita singkat, itu sungguh berarti untukku. Terima kasih, sungguh terima kasih. Kapan nih green pool sesi dua? Aku masih diajakin ga nih?

Uhibbukunna Fillah, Mandeus.
Aisyah, Fazla, Asyel, Atha, Zarine, Djihan, Musuh, Meta, Nabila, Shafira, Sinda, Yaaq, baik-baik ya di tempat baru, jangan bandel, jangan biarkan aku patah hati menahun.
Jika nanti di surga kalian tak temukan aku, jangan lupa jemput aku ya..

Foto diambil pada Jum'at, 29 Juli 2016.
Dari detik pertama bertemu, aku tahu aku akan jatuh cinta pada kedua belas adik ini.

Yogyakarta, 20 Oktober 2018.
Dari aku,
yang selalu merindukan adik-adik hebatku.




*Percaya atau tidak, tulisan ini sudah ditulis dan di revisi berkali-kali sejak Agustus 2018. Semoga membaca tulisan ga jelas ini tidak membuang-buang waktu kalian ya.
**Ditunggu di Jogja, kalian kan sudah besar, ga pengen apa liburan bareng ke Jogja? Masa liburannya kumpul di ramen mayasi terus? Aku siap jadi guide niih!
Share:

Selasa, 10 Juli 2018

Lailatul Qadr

Serba salah.

Mendengar sang ustadz melantunkan doa qunut, sedang diri tak bisa ikut berdiri setelah rukuk dan pula ikut menangis.
Hanya duduk di selasar sembari jaga malam, dan menahan tangis yang ingin melesak keluar.

Seorang pendosa sepertiku, rasanya terlalu kotor untuk mendengarkan setiap lantunan doa. Perih sekali, tak bisa ikut berdiri disana.

Yaa Allah, sungguh, entah harus berapa lama berdiri meminta ampun untuk hapuskan dosa ini, agar Kau maafkan seluruh dosa pada hambamu ini sebelum kau panggil pulang 😭

Yaa Allah, aku ini sering bermaksiat, tapi Kau kumpulkan aku dengan orang-orang shalih. Kau tahu benar, bahwa diri ini harus dibersamai agar terjaga imannya.

Yaa Allah, diri ini terlalu banyak kufur nikmat, lalu kau tunjukkan kerabat dekat yang dicabut nikmat akal sehatnya. Kau tahu benar, bahwa tamparan keras justru aku dapat dalam kondisi terburuk.

Yaa Allah, aku harus bagaimana lagi. Kau begitu baik, aku tak tahu harus bagaimana agar dapat mencintaiMu sedalam-dalamnya, dicintaiMu, diberikan syafaat agar masuk ke syurgaMu bersama orang-orang shalih dan menemui Rasulullah dalam kondisi terbaik.

Ditulis di sepertiga malam terakhir pada masa-masa akhir Ramadhan. Menangis tertahan dalam dinginnya malam. Allah, masih adakah sisa Ramadhan dalam diri ini?

Share:

Minggu, 27 Mei 2018

.

Butuh.
Kekhawatiran.
Sakit.
Terkejut.
Penolakan.
Bertahan.
Bertahan.
Bertahan.
Tidak tahan.
Mencari tempat.
Sepi.
Bersujud.
Menangis.
Tersedu.
Mengapa?
Sesak.
Mengadu.
Memaafkan.
Memaafkan.
Belum bisa.
Allah.
Ingin pulang.
Daripada menyusahkan.
Membebani.
Mengganggu.
Merepotkan.
Satu-satunya.


Allah.
Share:

Senin, 07 Mei 2018

Yaa Rabb...

Memang benar, terkadang kontemplasi terbaik didapat saat kondisi sangat tak kondusif untuk sekedar melamun dan memikirkan apa yang terjadi, ya. Seperti hari ini, tamparan terbaik justru didapat saat raga sudah habis tenaga, saat pikiran sudah kacau tak beraturan. Mungkin mereka tak tahu, ada yang menangis di atas kendaraan roda duanya saat mengiringi mobil di depannya.

Karena jika ada manusia yang pantas disebut kufur nikmat, itu aku. Aku.

Masih dibersamai oleh keluarga yang hangat, masih memiliki saudara-saudara tidak sekandung apalagi sedarah namun sigap membela, masih diberkahi rizki yang cukup, tempat tinggal yang nyaman dan yang terpenting jiwa raga yang sehat. Namun apa? Manusia ini malah melakukan banyak maksiat, lupa akan nikmat yang ia terima tanpa sadar dariNya.

Begitulah Rabb ku, menegur dengan cara yang lembut sekali, hingga tetes air mata ini tak kuasa dibendung lagi.

Ia mungkin sakit, bahkan tak sadar sama sekali atas apa yang ia lakukan hari ini. Tapi aku yakin, pukulan, cakaran, cubitan atau apapun yang kami rasakan hari ini, jauh lebih ringan dibanding apa yang ia tanggung.

Aku tahu, tidak baik menganggap bahwa apa yang ia bicarakan hari ini adalah kebenaran, seharusnya anggap saja hanya angin lalu, toh ia pun bicara tanpa sadar. Tapi sungguh, saat ia berteriak "ka mandeu pembohong!" cukup membuatku merefleksikan diri, seberapa banyak luka yang aku torehkan di hatinya? Seberapa jauh aku tinggalkan saudaraku yang ini?

Aku ini berhati keras, tidak mudah menangis. Tapi dengan segala kerendahan hati, dengan segala sesak yang ada dalam dada, ada isak yang melesak tanpa permisi. Saat ia berteriak kesakitan dan berontak, saat kawanku yang lain menatapnya dengan cemas, aku memilih menghindar, menangis sendirian tanpa sebab yang pasti. Ada rasa sesak yang tak asing. Ada luka yang menganga kian lebar saat melihatnya tak berdaya dan menangis kian keras di ruangannya. Maka izinkan aku menangis terlebih dahulu hari ini.

Namun aku khawatir, tangisku akan melemahkan. Ku usap, lalu ku beranikan diri untuk menatap ke belakang lagi. Ternyata kedua sahabatku pun sedang sibuk dengan air mata masing-masing. Apalah daya, kami tak sampai hati menyaksikan kepiluan hari ini. (Lalu ku ingin menangis lagi menulis ini.............)

Bersyukurlah.
Bersyukurlah atas apa yang kita rasa hingga hari ini.
Bersyukurlah, atas setiap kekuatan yang Allah beri untuk menghadapi hari-hari di dunia yang fana ini.
Bersyukurlah, sungguh, bersyukurlah.

Kita tak pernah tahu, apa yang orang lain hadapi setiap harinya.
Berhentilah menilai,
dan bersyukurlah.
Share: